Jumat, 15 Mei 2026

Tumbuh 11%, Laba Bersih Semen Indonesia (SMGR) Rp 562 Miliar

Penulis : Ely Rahmawati
4 Mei 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
PT- Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Ist)
PT- Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Ist)

Untuk semen kantong, pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1% per tahun akan menjadi pendorong permintaan fasilitas perumahan dalam jangka panjang. Terlebih, lagi angka backlog perumahan telah mencapai lebih dari 12 juta unit pada 2022.  

Sementara itu, pertumbuhan di segmen semen curah akan didorong oleh program-program pembangunan infrastruktur yang terus dilanjutkan oleh pemerintah. Program besar yang akan menjadi salah satu faktor penggerak bagi segmen ini adalah pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Menurut Vita Mahreyni, untuk menangkap prospek pasar tersebut, SIG telah menyiapkan strategi bisnis di tahun 2023 yang akan menyempurnakan strategi bisnis di tahun 2022 lalu. Secara umum, SIG akan mengoptimalkan utilisasi produksi, baik melalui penjualan di pasar domestik maupun ekspor, dan terus berinovasi menciptakan diversifikasi produk, hingga peningkatan keunggulan operasional.  

ADVERTISEMENT

"SIG akan semakin sensitif terhadap kebutuhan pembangunan yang terus berkembang, sehingga mendorong perseroan untuk terus berinovasi melengkapi portofolio produk. Keberadaan fasilitas produksi dan distribusi yang kuat dan luas, serta kekuatan finansial yang solid akan mendukung SIG dalam menjalankan operasional yang efektif dan efisien," ujar Vita Mahreyni. 

Kinerja Indocement

Sementara itu, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mengemas laba bersih Rp 371,37 miliar pada kuartal I-2023, menanjak 103% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 182,55 miliar. Alhasil, laba per saham dasar melejit menjadi Rp 108,24 dari sebelumnya Rp51,59 per saham.

Lompatan laba itu lantaran pendapatan tumbuh 19% menjadi Rp 4,24 triliun dibanding kuartal I-2022 sebesar Rp3,55 triliun. Beban pokok pendapatan Rp 2,96 triliun, membengkak dari periode sama tahun lalu Rp 2,59 triliun. Laba kotor Rp 1,27 triliun, melesat 32% dari tahun sebelumnya Rp 960,44 miliar.

“Pendapatan keuangan sebesar Rp 46,01 miliar, naik dibanding periode sama tahun lalu Rp32,55 miliar. Namun, biaya keuangan terecatat Rp13,45 miliar, melonjak dari sebelumnya Rp7,29 miliar,” ungkap manajemen Indocement, belum lama ini.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia