Jumat, 15 Mei 2026

Punya Cash Rp 24 Triliun, Begini Ambisi Bukalapak (BUKA)

Penulis : Cindy Layan / Ghafur Fadillah
4 Mei 2023 | 21:17 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)
Ilustrasi. (Sumber: Bukalapak)

JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) optimistis mampu membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023 dan pendapatan sebesar Rp 4,75 triliun sepanjang tahun ini.

Adjusted EBITDA adalah pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, tax, and amortization/EBITDA) yang disesuaikan.

Presiden Direktur Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan, perseroan menargetkan adjusted EBITDA minus Rp 150 miliar hingga Rp 175 miliar pada kuartal II-2023. Kemudian, pada kuartal III-2023, bisa minus Rp 100 miliar sampai Rp 125 miliar. “Harapannya pada kuartal IV-2023 kita mencapai adjusted EBITDA positif," kata dia di Jakarta, Kamis (4/5/2023).

ADVERTISEMENT

Adapun pada kuartal I-2023, Bukalapak membukukan adjusted EBITDA minus Rp 209 miliar atau meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio adjusted EBITDA terhadap total processing value (TPV) menjadi minus 0,5% dari minus 1,1%. Teddy mengaku tak khawatir. “Kami punya cash Rp 24 triliun. Interest income kami besar, jadi kami punya positif duluan dibandingkan adjusted EBITDA," tuturnya.

Dia menegaskan, Bukalapak akan terus fokus pada strateginya untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Upaya yang dilakukan antara lain meneruskan mix product, improvement pada supply, mitra take rate, hingga specialty vertical. "Nanti rugi akan terus menurun," tegas Teddy.

Sementara itu, hingga kuartal I-2023, emiten berkode saham BUKA tersebut mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 28% menjadi Rp 1 triliun. Rinciannya, pemasukan dari Mitra Bukalapak meningkat 9% menjadi Rp 515 miliar. Diikuti, pendapatan dari bisnis marketplace sebanyak Rp 517 miliar atau melonjak 77%.

Masih dalam periode yang sama, BUKA juga mencatatkan TPV Rp 40,5 triliun atau tumbuh 19%. Pertumbuhan ini tercapai berkat bisnis marketplace dan TPV specialty verticals. “Sebanyak 72% TPV perseroan berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, seiring dengan penetrasi e-commerce, tren digitalisasi warung, serta toko ritel tradisional yang terus menunjukkan pertumbuhan kuat," jelas Teddy.

Namun, BUKA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 1 triliun pada kuartal I-2023. Padahal di kuartal I-2022, perseroan mampu mencetak laba bersih Rp 14,54 triliun. Menurut Teddy, kerugian ini berasal dari penurunan nilai investasi perseroan pada PT Allo Bank Tbk (BBHI).

Di sisi lain, BUKA memiliki permodalan yang mumpuni dengan posisi kas, termasuk investasi lancar pada obligasi pemerintah dan reksa dana, sebesar Rp 20,3 triliun per akhir Maret 2023.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia