Punya Cash Rp 24 Triliun, Begini Ambisi Bukalapak (BUKA)
JAKARTA, investor.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) optimistis mampu membukukan adjusted EBITDA positif pada kuartal IV-2023 dan pendapatan sebesar Rp 4,75 triliun sepanjang tahun ini.
Adjusted EBITDA adalah pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, tax, and amortization/EBITDA) yang disesuaikan.
Presiden Direktur Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan, perseroan menargetkan adjusted EBITDA minus Rp 150 miliar hingga Rp 175 miliar pada kuartal II-2023. Kemudian, pada kuartal III-2023, bisa minus Rp 100 miliar sampai Rp 125 miliar. “Harapannya pada kuartal IV-2023 kita mencapai adjusted EBITDA positif," kata dia di Jakarta, Kamis (4/5/2023).
Baca Juga:
Bukalapak (BUKA) Umumkan Aksi Terbaru!Adapun pada kuartal I-2023, Bukalapak membukukan adjusted EBITDA minus Rp 209 miliar atau meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio adjusted EBITDA terhadap total processing value (TPV) menjadi minus 0,5% dari minus 1,1%. Teddy mengaku tak khawatir. “Kami punya cash Rp 24 triliun. Interest income kami besar, jadi kami punya positif duluan dibandingkan adjusted EBITDA," tuturnya.
Dia menegaskan, Bukalapak akan terus fokus pada strateginya untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Upaya yang dilakukan antara lain meneruskan mix product, improvement pada supply, mitra take rate, hingga specialty vertical. "Nanti rugi akan terus menurun," tegas Teddy.
Sementara itu, hingga kuartal I-2023, emiten berkode saham BUKA tersebut mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 28% menjadi Rp 1 triliun. Rinciannya, pemasukan dari Mitra Bukalapak meningkat 9% menjadi Rp 515 miliar. Diikuti, pendapatan dari bisnis marketplace sebanyak Rp 517 miliar atau melonjak 77%.
Masih dalam periode yang sama, BUKA juga mencatatkan TPV Rp 40,5 triliun atau tumbuh 19%. Pertumbuhan ini tercapai berkat bisnis marketplace dan TPV specialty verticals. “Sebanyak 72% TPV perseroan berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, seiring dengan penetrasi e-commerce, tren digitalisasi warung, serta toko ritel tradisional yang terus menunjukkan pertumbuhan kuat," jelas Teddy.
Namun, BUKA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 1 triliun pada kuartal I-2023. Padahal di kuartal I-2022, perseroan mampu mencetak laba bersih Rp 14,54 triliun. Menurut Teddy, kerugian ini berasal dari penurunan nilai investasi perseroan pada PT Allo Bank Tbk (BBHI).
Di sisi lain, BUKA memiliki permodalan yang mumpuni dengan posisi kas, termasuk investasi lancar pada obligasi pemerintah dan reksa dana, sebesar Rp 20,3 triliun per akhir Maret 2023.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






