Jumat, 15 Mei 2026

Berpotensi Masuk Indeks MSCI, CITI Pasang Target Harga Saham GOTO Rp 250 

Penulis : Parluhutan Situmorang
5 Mei 2023 | 09:06 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)

JAKARTA, Investor.id –  Perbaikan signifikan laporan keuangan ditambah inklusi Indeks MSCI menjadi poin penting terhadap pergerakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ke depan.

Poin tersebut mendorong Citi Research untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 250. Target tersebut mengindikasikan potensi cuan hingga 129%, dibandingkan dengan harga penutupan saham GOTO, Kamis (4/5/2023), level Rp 109.

"Pergerakan harga saham GOTO didukung katalis kelanjutan pendapatan yang kuat pada kuartal II-2023 yang sudah terlihat sejak kuartal I-2023. Begitu juga dengan peluang saham ini masuk dalam indeks MSCI pada Mei 2023 ikut memberikan dukungan positif," tulis riset dari Citi Research yang dipublikasikan 27 April 2023.

ADVERTISEMENT

Masuknya saham GOTO dalam indeks global MSCI telah ditunggu-tunggu oleh sejumlah investor dan pelaku pasar. Apalagi setelah GOTO berhasil masuk indeks global FTSE, yang membuat sahamnya sempat rally hingga menyentuh Rp 130 pada awal Maret lalu.

MSCI akan mengumumkan index review, termasuk perubahan saham yang masuk dalam portofolio, pada 11 Mei 2023 mendatang. Perubahan ini akan efektif berlaku pada 1 Juni 2023. Sama seperti FTSE, indeks Global MSCI menjadi acuan para manajer investasi dalam meramu portofolio reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan produk investasi lainnya.

Terkait performa kinerja keuangan, CITI menyebutkan, terjadi penguatan signifikan dengan pencapaian pendapatan bersih Rp 3,3 triliun pada kuartal I-2023, tumbuh 123% secara year on year. Secara kuartalan, pendapatan tersebut stagnan, dibandingkan kuartal sebelumnya karena terjadi perlambatan akibat faktor musiman awal tahun.

Tak hanya itu, perseroan berhasil mencapai margin kontribusi positif senilai Rp636 miliar untuk pertama kalinya atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya masih tercatat minus Rp 2,5 triliun. Semua lini bisnis GOTO mencatatkan margin kontribusi positif, kecuali logistik yang merupakan lini bisnis baru.

"Pendorong utama marjin kontribusi yang positif adalah tingkat penerimaan yang lebih tinggi dari semua divisi, efisiensi yang lebih baik dari redundansi biaya yang diharapkan terus berlanjut, dan insentif pelanggan yang lebih rendah dan biaya iklan dan promosi yang lebih rendah," tulis Riset Citi.

Margin kontribusi adalah pendapatan bruto dikurangi beban pokok pendapatan, insentif serta biaya pemasaran produk. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.

Pada periode yang sama, GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) turun dalam menjadi minus Rp 1,6 triliun, membaik hingga 67% dari posisi tahun lalu dengan minus Rp 4,9 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan pedoman GOTO yang menargetkan adjusted EBITDA bisa break even atau positif pada kuartal IV-2023.

Break even Adjusted EBITDA dapat dimaknai sebagai kemampuan perusahaan dalam membiayai operasional secara mandiri. Secara ringkas, pendapatan dan biaya yang dikeluarkan sudah seimbang.

Secara full year, GOTO memberikan panduan adjusted EBITDA akan berada di kisaran minus Rp4,6 triliun sampai minus Rp5,3 triliun pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan proyeksi CITI yang berpandangan berada di minus Rp4,7 triliun di 2023 dan positif Rp4,7 triliun di 2024.

Tim CITI Research menyatakan manajemen GOTO telah memiliki strategi baru untuk percepatan profitabilitas. Di antaranya,  pertumbuhan berkualitas tinggi yang berkelanjutan dan mengurangi pertumbuhan berkualitas rendah. Kedua, percepatan menuju profitabilitas dengan mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Terakhir, kehadiran produk baru yang mendorong pertumbuhan dan didukung oleh sinergi ekosistem.

"GOTO akan kembali ke jalur pertumbuhan pada semester II-2023, meskipun pada tingkat yang lebih konservatif dibandingkan masa lalu, sambil menargetkan untuk mencapai adjusted EBITDA yang positif pada kuartal IV-2023 dengan arus kas operasional yang positif tidak lama setelah itu," tulis riset CITI.

Arus kas GOTO pada akhir Maret 2023 berada di Rp 26,7 triliun dibandingkan Desember 2022 senilai Rp29 triliun. Penurunan disebabkan karena adanya penarikan dana dari pelanggan menjelang liburan Idul Fitri 2023. Citi memproyeksi tingkat bakar uang GOTO akan menurun signifikan hingga 60-70% tahun ini, sehingga arus kas GOTO akan mencapai titik profitabilitas tanpa perlu penambahan modal lagi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia