Siap-siap! XL Axiata (EXCL) Tetapkan Dividen Rp 551 Miliar
JAKARTA, Investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyetujui dividen tahun buku 2022 senilai Rp 551 miliar. Angka tersebut merefleksikan rasio 50% dari total laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 1,1 triliun.
Direktur dan Chief Finance Officer Feiruz Ikhwan XL Axiata mengatakan, dari profitabilitas Rp 1,1 triliun, pemegang saham setuju dengan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 42 per saham.
"Untuk pembayarannya, nanti disampaikan lagi. Biasanya 30 hari setelah pengumuman," ucap Feiruz dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (5/5).
Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menambahkan, keputusan perseroan membagikan dividen itu bagian dari apresiasi kepada pemegang saham yang telah mendukung perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Sisa dari laba tahun lalu dialokasikan sebagai cadangan umum sebesar Rp 100 juta dan selebihnya dicatat dalam saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan," tambahnya.
Dian mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan membidik pertumbuhan kinerja mid to high single digit atau sekitar 6-7%. Target ini sesuai dengan ramalan industri dan atau lebih cepat dari pertumbuhan industri telekomunikasi.
Untuk memenuhi target tersebut, Dian pun bilang bahwa perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis seperti memberikan layanan interner terbaik kepada pelanggan, lalu meningkatkan kapasitas, kualitas, dan jangkauan.
Pelanggan, sebut Dian, merupakan elemen penting yang menopang kinerja positif perseroan. "Jadi, kami harus tahu keinginan para pelanggan dan ekspektasi mereka. Bagaimana kita melakukan transformasi terhadap kebutuhan pelanggan dan mengikutinya setiap saat," ujarnya.
Selain itu, perseroan juga akan melakukan penguatan dari sisi internal atau organisasi dengan kapabilitas yang memiliki talenta yang sesuai dengan pertumbuhan teknologi dan pelanggan.
"Peningkatan organisasi ini penting seiring dengan adanya perubahan teknologi, ekosistem dan perilaku pelanghan. Jadi kalau organisasi ini gak adaptif bisa ketinggalan," kata dia.
Adapun strategi selanjutnya yaitu membangun jaringan karena bagaimanapun jaringan merupakan backbone atau infrastruktur utama bagi perseroan untuk memberikan layanan kepada pelanggan.
"Jadi, ke depan membangun jaringan sesuai kebutuhan trafik sebesar 25%. Tentu, kita harus memenuhi kebutuhan tersebut dan mengeluarkan investasi yang tepat agar menghasilkan profitabilitas bagi EXCL," tutupnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



