Intan Baruprana (IBFN) Garap Pasar Truk di Kaltim
JAKARTA, investor.id - PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) menggandeng PT Pratama Wana Motors (PWM) untuk memasarkan alat pengangkutan komersial merek Tata. Tahap awal, perseroan akan menggarap pasar truk di Kalimantan Timur (Kaltim).
Di sisi lain, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Intan Baruprana tahun 2022 menyetujui perubahan susunan pengurus terkait surat pengunduran diri yang diajukan Alexander Reyza selaku direktur tertanggal 6 Februari 2023.
Sesuai keputusan RUPST, Petrus Halim menjadi direktur, sedangkan Komisaris Utama Said Aqil Siroj dan Komisaris Alexander Reyza. Pengangkatan Alexander Reyza sebagai komisaris independen berlaku efektif pada 6 November 2023.
Usai mengantongi restu pemegang saham untuk menjalankan lini usaha baru yang selaras dengan kompetensi bisnis INTA Grup dalam RUPSLB 2 Februari 2023, yakni menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial. Saat ini, perseroan menyiapkan sejumlah ekspansi guna menjaga kelangsungan kinerja perseroan.
Petrus Halim mengatakan, merek Tata dipilih, karena memiliki keunggulan yang tidak kalah saing dengan kompetitor sejenis salah satunya dari sisi harga. Dalam menjalankan kegiatan usahanya ini, perseroan juga akan memasarkan produknya baik unit maupun suku cadang untuk kali pertama di wilayah Kaltim.
“Kalimantan Timur dipilih karena banyak sekali aktivitas pertambangan, sehingga potensi penjualan alat berat terbuka luas. Selain itu, induk usaha perseroan, PT Intraco Penta Tbk, telah memiliki jaringan distribusi di wilayah ini, sehingga dapat membantu perseroan untuk mendapatkan target pasar, khususnya di sektor industri pertambangan,” kata dia dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.
Ke depan, dia menuturkan, seiring dengan perkembangan kegiatan usaha, perseroan berencana melakukan perluasan area ke wilayah lain di Kalimantan dan Sulawesi.
Petrus menyebutkan, perseroan optimistis dengan upaya perubahan bidang usaha ini mampu meningkatkan kinerja bisnis perseroan ke depan. Adapun sejumlah prospek bisnis akan berasal dari potensi penjualan alat berat terbuka luas, khususnya dalam proyek pembangunan ibu kota baru.
Tak hanya itu, dia menegaskan, produk yang dipasarkan oleh perseroan, memiliki produk yang dirancang khusus untuk dapat dipakai di area perkebunan, pertambangan dan kontruksi dengan harga yang bersaing pada kelasnya serta sudah diterima dengan baik di Indonesia.
Terakhir, perseroan juga pastinya akan mendapat dukungan jaringan Intraco Penta, yang berpengalaman 50 tahun lebih di industri alat berat serta jaringan distribusi INTA yang dimiliki INTA yang bergerak di sektor industri pertambangan.
Selama 2022, perseroan mencatat total aset sebesar Rp 521,8 miliar, total liabilitas Rp 1,08 triliun, dan defisiensi modal Rp 563,34 miliar. Pada tahun buku 2022, perseroan berhasil meningkatkan pendapatan dan sekaligus menekan angka kerugian sehingga menjadi lebih baik dibandingkan tahun 2021. Perseroan terus berupaya melakukan mitigasi berbagai risiko yang mungkin timbul untuk mempertahankan kelangsungan usaha perseroan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

