Kamis, 14 Mei 2026

Hold Dulu Saham Bukit Asam (PTBA), Kenapa?

Penulis : Ghafur Fadillah
9 Mei 2023 | 13:42 WIB
BAGIKAN
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Program Badan Layanan Umum (BLU) batu bara diproyeksikan memberi keuntungan bagi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sesuai rencana, BLU batu bara bakal diterapkan pada 2-3 bulan mendatang.

“Ini bisa mendorong kenaikan rata-rata harga jual batu bara berkisar 4-22%,” tulis analis Indo Premier Sekuritas Erindra Krisnawan dan Reggie Parengkuan dalam riset terbaru, yang dikutip pada Selasa (9/5/2023).

Namun, Erindra dan Reggie menurunkan proyeksi volume penjualan Bukit Asam tahun ini menjadi 35 juta ton dari sebelumnya 36 juta ton. Sedangkan volume penjualan pada 2024-2025 diperkirakan mencapai 41 juta ton. “Kami secara konservatif menurunkan perkiraan volume penjualan batu bara Bukit Asam tahun ini,” jelas para analis tersebut.

ADVERTISEMENT

Adapun sepanjang kuartal I-2023, emiten berkode saham PTBA tersebut mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 12% akibat peningkatan biaya rasio pengupasan tanah (stripping ratio) hingga 7,1 kali dibandingkan periode sama tahun lalu 5,7 kali. Peningkatan stripping ratio terutama di tambang Bangko Tengah.

Selain itu, pos logistik batu bara turut mendorong peningkatan biaya bahan bakar dari Tanjung Enim ke Kertapati, yang merupakan hasil kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ditambah, anjloknya kereta api milik KAI pada rute Tanjung Enim-Tarahan pada April 2023 juga menyebabkan penjualan batu bara PTBA ke PLN menjadi terhambat.

Meski demikian, Erindra dan Reggie menilai koreksi kinerja PTBA masih tergolong wajar. Ke depan, perseroan akan diuntungkan oleh penerapan program BLU batu bara dalam waktu dekat.

Dengan berbagai faktor tersebut, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan hold saham PTBA dengan potensi upside. Target harga PTBA masih dipatok Rp 3.400. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham PTBA bertengger di level Rp 3.500.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia