Waskita (WSKT) Gagal Bayar, Rating Obligasi dan Perusahaan Jatuh
JAKARTA, investor.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat Obligasi Berkelanjutan IV PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi D atau gagal bayar dari sebelumnya CCC. Hal ini menyusul gagal bayar bunga surat utang tersebut dan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham WSKT.
Menurut Pefindo, keputusan ini berlaku sejak 8 Mei hingga 1 Oktober 2023. Penurunan peringkat obligasi BUMN konstruksi ini sejalan dengan ketidakmampuan perusahaan untuk melunasi bunga atau kupon utang yang jatuh tempo pada 6 Mei 2023.
“Kami menilai WSKT tidak akan melakukan pembayaran kupon sampai dengan masa remedial 14 hari kerja sebagaimana diatur dalam perjanjian perwalimanatan, setelah pemegang obligasi tersebut menolak permohonan perusahaan untuk menunda pembayaran kupon yang jatuh tempo,” tulis Pefindo dalam keterangannya, Selasa (9/5/2023).
Selain obligasi, peringkat perusahaan WSKT juga dipangkas menjadi SD atau gagal tertentu dari sebelumnya pada peringkat CCC.
Sementara itu, untuk Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya, Pefindo menyematkan peringkat CCC karena perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang obligasi untuk menunda pembayaran kupon sampai dengan tanggal 16 Juni 2023, 28 Juni 2023, dan 16 Agustus 2023, masing-masing untuk tahap II, tahap III, dan tahap IV.
Lebih lanjut Pefindo menerangkan, untuk peringkat Obligasi III, Obligasi IV, dan Sukuk Mudharabah I WSKT di AAA mencerminkan jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Pemerintah Indonesia.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






