Fokus Hilirisasi, Adaro Minerals (ADMR) Genjot Proyek Smelter Aluminium
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berencana memacu pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian aluminium pada tahun ini agar dapat beroperasi sesuai target pada 2024. Aksi korporasi ini sejalan dengan fokus perseroan pada bisnis hilirisasi tambang.
Presiden Direktur Adaro Minerals Indonesia (ADMR) Christian Ariano Rachmat mengatakan, kebutuhan aluminium di Indonesia masih dipenuhi dengan cara impor dari luar negeri. Padahal, bahan baku dari aluminium tersebut yakni bauksit mentah berasal dari Indonesia.
“Dari bauksit akan diproduksi menjadi alumina yang menjadi bahan dasar alumunium di luar negeri, lalu diimpor kembali ke Indonesia” jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (10/5/23).
Maka dari itu, perseroan akan menggenjot pembangunan smelter aluminium yang ada di Indonesia. Apabila rampung, smelter akan mampu memproduksi sebesar 500 ribu ton dari kebutuhan aluminium Indonesia saat ini sebesar 1 juta ton per tahun. Nilai dari impor aluminium 1 juta ton itu setara dengan US$ 2,5 miliar.
“Nantinya produksi akan ditingkatkan secara bertahap hingga 1,5 juta ton per tahun,” ujar dia.
Direktur Adaro Minerals (ADMR) Totok Azhariyanto menambahkan bahwa investasi untuk smelter yang berlokasi di Kalimantan Utara tersebut sebesar US$ 2 miliar. Eksekusi dilakukan oleh anak usaha perseroan yakni PT Adaro Indo Alumunium yang kemudian mendirikan PT Kalimantan Alumunium Industri (KAI) yang didirikan pada 2022 dengan kepemilikan saham 65%.
“Investasi yang digunakan untuk smelter ini diluar dari belanja modal perseroan di tahun 2023,” kata Totok.
Untuk mengakomodir kebutuhan smelter setelah rampung, perseroan sudah meneken kerjasama suplai alumina dengan beberapa produsen alumina local dan termasuk perusahaan trader.
Dalam kesempatan yang sama, Adaro Minerals memutuskan untuk tidak membagikan dividen pada tahun ini. Hal ini sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (10/5/23).
Direktur Keuangan Adaro Minerals (ADMR) Heri Gunawan mengatakan, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2022 sebesar US$336 juta, untuk digunakan sebagai dana cadangan wajib sejumlah $3,36 juta demi memenuhi ketentuan pasal 70 UU No.40/2007 mengenai perseroan terbatas.
Sisanya sejumlah US$332 juta akan dialokasikan sebagai laba ditahan. “Karena prioritas laba untuk pengembangan perusahaan, kebutuhan dana belanja modal,” kata dia.
Absennya Adaro Minerals dalam membagikan dividen tahun ini untuk mendukung pengembangkan bisnis mineral hulu ke hilir terkait ekosistem baterai serta pembangunan smelter. “Ini menjadi pilihan terbaik saat ini,” tegas Heri.
Menilik laporan keuangan Adaro Minerals selama kuartal I-2023, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha US$ 238,24 juta atau naik 30,8% ketimbang US$ 182,14 juta pada periode sama tahun lalu. Adaro Minerals mencatat beban pokok pendapatan US$ 103,6 juta, meningkat dari kuartal I-2022 senilai US$ 63,46 juta.
Adapun laba bruto naik dari posisi US$ 118,68 juta ke US$ 134,64 juta. Beban usaha US$ 21,67 juta dan penghasilan lain-lain – neto US$ 1,18 juta sehingga laba usaha perseroan US$ 114,15 juta. Laba usaha itu lebih besar dari tiga bulan pertama 2022 yang berjumlah US$ 113,24 juta.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






