Jumat, 15 Mei 2026

Kuartal I, Laba Indo Tambangraya (ITMG) Anjlok

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Mei 2023 | 07:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akhirnya menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2023 kepada publik. Laporan keuangan tersebut diunggah pada keterbukaan informasi di website Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/5/2023) malam.

Emiten batu bara tersebut mencatatkan pendapatan bersih US$ 685,58 juta di 3 bulan pertama 2023, naik 7,13% dari US$ 639,93 juta pada periode yang sama tahun lalu. Namun beban pokok pendapatan mengalami lonjakan 37,9% ke US$ 418,67 juta, yang asalnya US$ 303,60 juta pada kuartal I-2022. Alhasil, laba bruto pada kuartal I-2023 anjlok menjadi US$ 266,91 juta, dari sebelumnya US$ 336,33 juta.

Indo Tambangraya mencatatkan beban penjualan US$ 35,28 juta, beban umum dan administrasi US$ 10,76 juta, beban keuangan US$ 869 ribu, penghasilan keuangan US$ 9,44 juta, dan lain-lain bersih US$ 4,60 juta. Yang membuat laba sebelum pajak penghasilan menyusut ke US$ 234,03 juta, dari US$ 274,51 juta pada kuartal pertama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Perseroan meraih laba periode berjalan US$ 182,6 juta, turun ketimbang US$ 213,22 juta pada periode Januari-Maret 2022. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 182,71 juta, anjlok 14,32% dibandingkan US$ 213,27 juta di kuartal I-2022.

Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk – dasar dan dilusian sebesar US$ 0,16 di kuartal pertama tahun ini, turun dari US$ 0,19.

ITMG mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi US$ 180,96 juta di kuartal I-2023. Serta, kas dan setara kas pada akhir periode mencapai US$ 1,53 miliar.

Jumlah aset per 31 Maret 2023 US$ 2,77 miliar, naik dari posisi 31 Desember 2022 US$ 2,64 miliar. Liabilitas melonjak tajam dari US$ 689,89 juta menjadi US$ 1,10 miliar per akhir Maret tahun ini. Peningkatan liabilitas dikarenakan penambahan liabilitas jangka pendek berupa utang dividen US$ 474,63 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia