Liabilitas Indo Tambangraya (ITMG) Melonjak Drastis, Ternyata untuk Ini!
JAKARTA, investor.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akhirnya menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2023 kepada publik. Laporan keuangan tersebut diunggah pada keterbukaan informasi di website Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/5/2023) malam.
Jumlah aset perseroan per 31 Maret 2023 US$ 2,77 miliar, naik dari posisi 31 Desember 2022 US$ 2,64 miliar.
Sedangkan liabilitas melonjak drastis sekitar 61% dari US$ 689,89 juta menjadi US$ 1,10 miliar per akhir Maret tahun ini. Peningkatan liabilitas dikarenakan penambahan liabilitas jangka pendek berupa utang dividen US$ 474,63 juta.
Direktur Indo Tambangraya Megah, Junius Prakasa Darmawan menjelaskan, total liabilitas per 31 Maret 2023 dibandingkan dengan per 31 Desember 2022 mengalami perubahan sebesar 61%. Hal ini terutama disebabkan karena utang dividen kepada pemegang saham yang telah diumumkan di bulan Maret 2023.
“Utang dividen tersebut telah dibayarkan kepada para pemegang saham pada bulan April 2023,” papar Junius dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (11/5/2023).
Sementara itu, dalam laporan keuangan perseroan dijelaskan bahwa berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tanggal 30 Maret 2023, perusahaan mengumumkan total dividen final sebesar US$ 774,15 juta untuk tahun 2022.
Dari pembagian dividen tersebut, sebesar US$ 299,51 juta (US$ 0,27 per saham) telah dibagikan sebagai dividen pada tanggal 22 November 2022 dan sisanya sebesar US$ 474,63 juta (US$ 0,42 per saham) telah dibayarkan pada tanggal 18 April 2023.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






