Jumat, 15 Mei 2026

RUPST Garuda (GIAA) Mundur, Kenapa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Mei 2023 | 09:35 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Ist)
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengumumkan ralat pemanggilan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Ralat tersebut dimaksudkan untuk menambah mata acara. Dan dengan demikian, mengubah tanggal RUPST dari yang semula dijadwalkan pada 25 Mei 2023 menjadi pada 30 Mei. Tempat penyelenggaraan di Garuda City, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang mulai pukul 09.00 WIB-selesai.

Berdasarkan ralat panggilan RUPST Garuda tertanggal 8 Mei 2023 disebutkan mata acara tambahan yakni penetapan penggunaan laba bersih tahun 2022.

ADVERTISEMENT

“Mata acara ini diwajibkan untuk dilaksanakan dalam RUPS tahunan berdasarkan Pasal 26 ayat 1 dan Pasal 21 ayat 2 huruf (b) anggaran dasar perseroan,” terang direksi Garuda dalam ralat panggilan RUPST dikutip Kamis (11/5/2023).

Sedangkan, untuk mata acara lainnya sesuai dengan mata acara yang sebelumnya disampaikan dalam panggilan RUPST awal tertanggal 3 Mei 2023.

Sehingga mata acara RUPST Garuda, yakni persetujuan laporan tahunan perseroan tahun buku 2022, penetapan penggunaan laba bersih, penetapan tantiem untuk direksi dan dewan komisaris tahun buku 2022 dan remunerasi untuk anggota direksi dan dewan komisaris tahun buku 2023, penunjukan kantor akuntan publik dan/atau akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2023.

Selain itu, perubahan anggaran dasar, pengukuhan pemberlakukan peraturan menteri BUMN, persetujuan pengalihan kekayaan perseroan yang merupakan lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih perseroan, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, dan perubahan pengurus perseroan.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan alasan perubahan jadwal penyelenggaraan RUPST perseroan. “Ada tambahan mata acara,” jawabnya melalui pesan Whatsapp, Kamis (11/5/2023).

Ditanya lebih lanjut terkait kemungkinan pembahasan dividen karena ada tambahan mata acara rapat berupa penetapan penggunaan laba bersih tahun 2022, Bos Irfan menjawabnya dengan emoticon. Lalu disambung dengan chat, “masih negatif equity”.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia