Jumat, 15 Mei 2026

Adaro Energy (ADRO) Mau Guyur Lagi Dividen Rp 7,35 T

Penulis : Zsazya Senorita
11 Mei 2023 | 12:18 WIB
BAGIKAN
RUPST Adaro. Ist
RUPST Adaro. Ist

JAKARTA, investor.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepakat membagikan dividen tunai senilai total US$ 1 miliar dari hasil kinerja keuangan 2022. Jumlah ini setara 40,11% dari laba bersih Adaro tahun lalu sebesar US$ 2,49 miliar.

“Kami menyadari kesuksesan Adaro hingga mencapai posisi saat ini tidak lepas dari dukungan para pemegang saham. Dengan demikian kami berkomitmen memberikan return kepada pemegang saham dalam bentuk pembagian dividen secara reguler. Rapat ini memutuskan pembagian dividen tunai final sebesar US$ 500 juta sehingga total dividen yang kami bagikan untuk tahun buku 2022 berjumlah US$ 1 miliar," ujar Presiden Direktur dan CEO Adaro Garibaldi Thohir di St Regis Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Pria yang kerap disapa Boy Thohir tersebut menjelaskan, alasan (dividend payment ratio/DPR) yang lebih rendah dari tahun sebelumnya. Salah satunya, keuntungan berlipat ganda perusahaan tahun lalu, dipercaya tepat untuk disimpan untuk pengembangan proyek-proyek ke depan, demi keberlanjutan usaha.

ADVERTISEMENT

"Jadi istilah saya ya kami nabung, nggak bagiin semua karena memang kami punya kepentingan untuk Adaro bisa eksis dan memberikan kontribusi untuk negara," tegas dia. 

Perusahaan telah membagikan dividen interim tahun buku 2022 senilai US$ 500 juta atau Rp 251,7 per saham pada 13 Januari 2023. Sehingga jumlah dividen yang akan dibayarkan selanjutnya, senilai total US$ 500 juta atau sekitar total Rp 7,35 triliun atau Rp 229,8 per saham bila dibagi  31.985.962.000 saham menggunakan kurs Rp 14.700 per dolar.

Tahun lalu, Adaro mencatatkan pertumbuhan laba bersih 167% dari US$ 933,49 juta pada 2021. Sedangkan pendapatan emiten batu bara ini mencapai rekor tertinggi  sebesar US$ 8,1 miliar sepanjang 2022, naik 103% dari US$ 3,99 miliar pada 2021.

Boy Thohir menjelaskan, rekor profitabilitas perseroan ditopang kenaikan volume penjualan dan harga batu bara yang masih tinggi. Sehingga EBITDA operasional sepanjang 2022 melonjak 139% menjadi US$ 5,03 miliar dari US$ 2,1 miliar (yoy).

Volume penjualan Adaro pun naik 19% menjadi 61,34 juta ton tahun lalu dari 51,58 juta ton tahun sebelumnya, dengan rata-rata harga jual (ASP) naik 74% pada 2022.

Sedangkan laba bersih perseroan pada kuartal I-2023 membukukan angka US$ 458,04 juta atau Rp 6,75 triliun (kurs Rp 14.747). Jumlah ini lebih tinggi 14,49% dari perolehan kuartal I-2022 senilai US$ 400,07 juta. Sementara, pendapatan usaha perseroan melesat 50% (yoy) jadi US$ 1,83 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Boy Thohir menambahkan, peningkatan ini masih didorong kenaikan rata-rata harga jual (ASP) batu bara yang kali ini sekitar 17% (yoy). “Kami senantiasa mencapai kinerja operasional maupun finansial. Volume produksi maupun penjualan meningkat dan menopang laba inti, yang naik 11% menjadi U$ 538 juta,” jelas dia, awal Mei 2023 pasca-perilisan kinerja kuartal pertama.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia