Jumat, 15 Mei 2026

Adaro Energy (ADRO) Dapat Restu Buyback Saham Rp 4 T

Penulis : Zsazya Senorita / Thresa Sandra Desfika
11 Mei 2023 | 14:17 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Perseroan)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) meraih restu untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Restu tersebut didapat dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Adaro Energy pada Kamis (11/5/2023).

Presiden Direktur dan CEO Adaro Garibaldi 'Boy' Thohir mengatakan, buyback saham akan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.

“Periode pembelian saham kembali (buyback) adalah 18 bulan terhitung sejak 12 Mei 2023,” ujar Boy Thohir di St Regis Jakarta, Kamis (11/5/2023).

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Adaro Energy Indonesia telah mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

Dalam keterbukaan informasi pada website Bursa Efek Indonesia (BEI), 4 April 2023 lalu, dijelaskan bahwa jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan tidak melebihi 10% dari modal yang ditempatkan.

“Perseroan berencana untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun,” terang manajemen Adaro saat itu.

Mereka menambahkan, Adaro akan melakukan buyback saham dalam jangka waktu paling lama 18 bulan terhitung setelah tanggal persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan akan dilaksanakan melalui BEI.

Di sisi lain, RUPST Adaro juga sepakat membagikan dividen tunai senilai total US$ 1 miliar dari hasil kinerja keuangan 2022. Jumlah ini setara 40,11% dari laba bersih Adaro tahun lalu sebesar US$ 2,49 miliar.

Perusahaan telah membagikan dividen interim tahun buku 2022 senilai US$ 500 juta atau Rp 251,7 per saham pada 13 Januari 2023. Sehingga jumlah dividen yang akan dibayarkan selanjutnya, senilai total US$ 500 juta atau sekitar total Rp 7,35 triliun atau Rp 229,8 per saham bila dibagi 31.985.962.000 saham menggunakan kurs Rp 14.700 per dolar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia