Jumat, 15 Mei 2026

Terungkap! Bursa Minta Penjelasan Emiten Haji Isam (JARR), Ada Apa?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Mei 2023 | 10:20 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melintas di depan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait volatilitas transaksi saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Hal tersebut diketahui melalui keterbukaan informasi JARR dalam menjawab permintaan penjelasan dari BEI.

Dalam pantauan, saham JARR turun 2,54% pada 11 Mei 2023 dan juga anjlok 2,08% pada 12 Mei. Kemudian di 15 Mei naik 0,53%, lalu tanggal 16 Mei terbang 34,39% ke Rp 254, dan turun lagi 6,30% di 17 Mei.

Sedangkan pada perdagangan sesi I tanggal 19 Mei, JARR langsung dibuka anjlok 6,72% membentur batas auto reject bawah (ARB) ke Rp 222. Posisinya masih bertahan selama dipantau hingga pukul 10.08 WIB.

ADVERTISEMENT

Salah satu pertanyaan BEI adalah apakah Jhonlin Agro mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” ungkap Direktur JARR Temmy Iskandar dalam menjawab pertanyaan BEI, sebagaimana tertulis di keterbukaan informasi pada Jumat (19/5/2023).

Selain itu, dia menyatakan, Jhonlin Agro Raya belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di BEI (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).

Saham JARR pertama kali dicatatkan di BEI pada 8 Agustus 2022. Saat melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), JARR menetapkan harga penawaran Rp 300. Melalui IPO, JARR melepas sebanyak 1.222.950.000 saham atau 15,29%.

Adapun pemilik manfaat sebenarnya JARR adalah H Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam yang dijuluki juga ‘Crazy Rich’ Kalimantan Selatan. Dia memiliki banyak perusahaan di bawah naungan grup yang didirikannya, Jhonlin Group.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 16 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia