Waduh, Harga Batu Bara Amblas 49% Sejak Awal Tahun
JAKARTA, investor.id - Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Mei 2023 mengalami penurunan 5,9% menjadi US$ 159,35 per ton pada Kamis (18/5/2023) dari penutupan sebelumnya US$ 165,25.
Harga batu bara melemah 16,13% dalam sebulan terakhir dan secara year on year, terkoreksi hingga 45,33%. Koreksi mencapai 48,87% jika dibandingkan secara year to date.
Sementara harga batu bara acuan Indonesia bulan Mei 2023 ditetapkan Kementerian ESDM sebesar US$ 206,16 per ton.
Menurut Bank Dunia, harga komoditas global diperkirakan akan turun tahun ini dengan laju tercepat sejak dimulainya pandemi Covid-19, tetapi masih di atas level prapandemi. Harga batu bara diperkirakan akan turun 42% pada tahun 2023.
Produksi batu bara global diperkirakan akan meningkat sebesar 1,1% pada tahun 2023, menurut International Energy Agency (IEA). Peningkatan ini didorong oleh kenaikan output dari produsen utama seperti Tiongkok, India, dan Australia. Tiongkok adalah produsen batu bara terbesar di dunia, dan outputnya diperkirakan akan meningkat sebesar 2,3% pada tahun 2023.
Output industri Tiongkok tumbuh 5,6% pada bulan April dari tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada hari Selasa, meleset dari ekspektasi dengan margin yang besar tetapi meningkat dari kenaikan 3,9% yang terlihat pada bulan Maret.
Data tersebut, yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional, tertinggal dari kenaikan 10,9% yang terlihat dalam jajak pendapat Reuters dari para analis tetapi itu adalah pertumbuhan tercepat sejak September 2022, sebagian besar disebabkan oleh efek mundur dari kontraksi yang diderita April lalu ketika pusat komersial Shanghai berada di bawah lockdown Covid-19 yang ketat.
Permintaan batu bara diperkirakan akan menurun sebesar 0,4% pada tahun 2023, menurut IEA. Penurunan ini didorong oleh sejumlah faktor antara lain perlambatan ekonomi global, peralihan ke sumber energi yang lebih bersih, dan perang di Ukraina.
Perekonomian global diperkirakan tumbuh sebesar 3,6% pada tahun 2023, lebih lambat dari tingkat pertumbuhan 4,1% pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat ini akan mengurangi permintaan batu bara, yang digunakan untuk menghasilkan listrik dan memproduksi baja.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






