PGN (PGAS) akan Buyback Obligasi US$ 1,35 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menggelar penawaran untuk buyback sisa pokok Senior Notes due 2024 senilai US$ 1,35 miliar. Sebelumnya, skema yang sama juga dilakukan untuk global bond sebesar US$ 400 juta.
Dikutip dari laman Yahoo Finance, Jumat (19/5/23), PGN pada 18 Mei 2023 mengumumkan penawaran tender offer untuk membeli secara tunai setiap seluruh obligasi senior berbunga 5,125% yang jatuh tempo tahun 2024 dengan jumlah outstanding sebesar US$ 950 juta. Pertimbangan penawaran tender sebesar US$ 1.006 per US$ 1.000, ditambah bunga yang masih harus dibayar dan belum dibayar.
Perusahaan bermaksud untuk menggunakan hasil dari pinjaman komersial eksternal tertentu dari bank, bersama dengan uang tunai, untuk mendanai keseluruhan pertimbangan penawaran tender dan pembayaran bunga yang masih harus dibayar untuk wesel yang diterima untuk tender. Buyback obligasi ini dilakukan sebagai langkah proaktif perseroan dalam mengelola obligasi atau surat utang yang jatuh tempo.
Masa penawaran tender berlaku hingga 25 Mei 2023 pada pukul 17:00 waktu New York, kecuali diperpanjang atau dihentikan lebih awal seperti yang dijelaskan dalam memorandum penawaran tender. Dalam aksi ini, perseroan mempercayakan BNP Paribas, Mandiri Securities Pte. Ltd. dan Standard Chartered Bank untuk bertindak sebagai manajer dealer sehubungan dengan penawaran tender.
"Proses internal sudah kami jalankan dan saat ini kami bersama dealer manager yang ditunjuk sedang melakukan proses selanjutnya, semoga semua berjalan lancar sesuai rencana PGN,” jelas Direktur Utama PGN Muhammad Harso Yuniantoro.
Hal yang serupa juga dilakukan perseroan pada Desember 2022 lalu, PGN melakukan pembelian kembali obligasi dengan jumlah pokok agregat sebesar US$ 400 juta. Pada batas waktu early tender offer ini, PGN menerima pengajuan tender dari pemegang obligasi melebihi batas maksimum permintaan atau oversubscribed. Pasca-tender offer, utang obligasi PGN turun dari US$1,7 miliar menjadi sekitar US$ 1,3 miliar termasuk US$ 393 juta.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






