Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rebound, Akhiri Pelemahan Empat Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
20 Mei 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
 Foto ilustrasi:   Beritasatu Photo/Uthan AR
Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Jumat (19/5/2023). Akhiri pelemahan yang terjadi dalam empat hari beruntun. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (19/5/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2023 menguat 50 Ringgit Malaysia menjadi 3.725 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 terkerek 85 Ringgit Malaysia menjadi 3.589 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 naik 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.481 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 meningkat 88 Ringgit Malaysia menjadi 3.455 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Oktober bertambah 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.456 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 naik 89 Ringgit Malaysia menjadi 3.458 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO rebound karena dipengaruhi oleh rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-15 Mei yang naik sebesar 4%. “Serta, rencana pemerintah India untuk memangkas harga dasar impor untuk CPO dan minyak kedelai,” ungkapnya kepada investor Daily, Jumat (19/5/2023).

Yoga mengatakan, harga CPO bergerak pada resistance terdekat di level 3.550 Ringgit Malaysia per ton dan support terdekat di level 3.350 Ringgit Malaysia per ton.

Tidak hanya itu, lanjut Yoga, rebound harga CPO juga dipengaruhi oleh harga minyak kedelai hari ini juga bergerak menguat. Sentimen penggerak harga minyak kedelai adalah rencana pemerintah India untuk memangkas harga dasar impor untuk CPO dan minyak kedelai, yang mengindikasikan potensi permintaan dari India selaku importir minyak nabati terbesar pertama dunia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia