Ini Jadwal Penerbitan Green Bond Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Green Bond) Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 dengan target indikatif Rp 5 Triliun.
“Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjadi Indonesia's Sustainability Champion for Better Future. Salah satu langkah strategis dari hal tersebut adalah mengembangkan pembiayaan yang selaras dengan POJK 51/2017, roadmap NDC dan NZE Indonesia, serta framework ESG yang mengacu pada best practices,” ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam Public Expose PUB Green Bond Tahap I 2023, Selasa (23/5/2023).
Darmawan menambahkan, dana yang dihimpun dari penerbitan green bond ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengakselerasi peningkatan eksposur bank bersandi bursa BMRI ini ke sektor hijau.
Baca Juga:
Tawarkan Kupon Hingga 6,95%, Bank Mandiri (BMRI) Incar Rp 5 Triliun dari Penerbitan Green BondUntuk mendukung aksi korporasi ini, Darmawan melanjutkan, perseroan telah menunjuk enam perusahaan penjamin emisi, yakni Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia.
Adapun, terdapat tiga seri penerbitan green bond yang dapat dipilih para investor. Seri A dengan tenor 370 hari ditawarkan dengan kupon berkisar 5,5-6%. Seri B dengan tenor 3 tahun ditawarkan kisaran kupon 5,75-6,5%. Serta Seri C ditawarkan dengan kupon berkisar 5,95-6,95% untuk tenor 5 tahun. Diharapkan green bond Bank Mandiri ini dapat menjadi alternatif atau pilihan bagi masyarakat yang akan berinvestasi.
Komitmen Bank Mandiri dalam menerapkan prinsip ESG juga terus ditunjukkan dari sisi intermediasi perbankan. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor berbasis ESG hingga Rp 232 triliun, atau tumbuh 11% secara year on year (yoy).
Setara dengan 25% dari total portofolio perusahaan secara bank only, pembiayaan tersebut tersalurkan antara lain ke sektor UMKM, pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan transportasi bersih.
Editor: Nida Sahara
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






