Jumat, 15 Mei 2026

Smartfren (FREN) Getol Tambah BTS, Siapkan Dana Besar!

Penulis : Muawwan Daelami
23 Mei 2023 | 18:08 WIB
BAGIKAN
BTS Smartfren di Bandung, Jawa Barat (Foto: Istimewa)
BTS Smartfren di Bandung, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengalokasikan dana Rp 1,5 triliun atau 50% dari total belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini yang sebesar Rp 3 triliun untuk pengembangan infrastruktur berupa 4.000 base tranceiver station (BTS).

Direktur Smartfren Gisela Yenny Lesmana mengatakan, sesuai rencana, perseroan akan menambah sebanyak 4.000 BTS, bahkan bisa lebih banyak. “Jadi, untuk anggaran mayoritas memang untuk belanja infrastruktur dan jumlah tepatnya masih terus bergerak,” kata dia kepada Investor Daily, Selasa (23/5/2023).

Gisela menegaskan, ketersediaan infrastruktur di lapangan sangat penting bagi operator telekomunikasi seperti Smartfren agar dapat menjalankan sisi operasional. Karena itu, perseroan akan mengembangkan BTS di sejumlah area prioritas di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

ADVERTISEMENT

Emiten berkode saham FREN ini akan mengeksplor semua skema untuk penambahan BTS, mulai dari pembangunan menara baru, sewa, dan akuisisi. Namun, ia belum mau merinci perusahaan infrastruktur telekomunikasi mana yang akan digandeng.

“Ditunggu saja nanti ya. Untuk sekarang banyak informasi yang masih bersifat confidential dan kami tidak bisa memberikan informasi sembarang kepada publik,” imbuhnya.

Kendati begitu, Gisela optimistis penambahan BTS FREN dapat memberikan hasil kinerja yang nyata. Terlebih, prospek secara industri menunjukkan sinyal positif, sehingga meningkatkan kepercayaan diri perseroan untuk bisa tumbuh di atas rata-rata industri. 

“Hari ini saja, kami meluncurkan Smartfren 100% Untuk Indonesia di mana gerakan dan aksi nyata ini akan sangat membantu perseroan dan seluruh pelanggan Smartfren,” ujarnya.

Saat disinggung soal proyek BTS BAKTI Kominfo yang dilanjutkan pemerintah meski tersandung kasus dugaan korupsi, Gisela menegaskan bahwa FREN tidak berpartisipasi pada proyek tersebut. Namun, sebagai pengguna, tentu pihaknya mendukung penuh program pemerintah.

“Kami sebagai pengguna saja. Apabila program tersebut terus berjalan, sebagai operator, kami mendukung penuh karena untuk pemerataan jaringan internet memang membutuhkan sebaran infrastruktur yang baik,” tuturnya.

Sebagai informasi, tahun ini, FREN menyiapkan total capex Rp 3 triliun yang bersumber dari kas internal dan pembiayaan perbankan. Pada awal tahun ini, perseroan telah mendapatkan kepercayaan dari beberapa bank ternama untuk menggalang pinjaman sindikasi.

“Tahun ini kami anggarkan perencanaan optimasi dan perluasan jaringan di seluruh area layanan. Kami sudah mulai pada Februari untuk beberapa kawasan di Jawa Timur, seperti Tuban dan Bojonegoro," ujar Gisela.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia