Jumat, 15 Mei 2026

Setor Dividen, Elitery (ELIT) Tetap Pasang Target Lompatan Laba

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Mei 2023 | 14:30 WIB
BAGIKAN
PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan paparan publik di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan paparan publik di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

JAKARTA, investor.id – PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery, perusahaan penyedia layanan managed service di bidang teknologi informasi, khususnya teknologi pusat data virtual (cloud), optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Indonesia. Tahun ini, Elitery menargetkan laba bersih tahun berjalan melonjak 110% menjadi Rp 21 miliar dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar Rp 9,64 miliar.

Perseroan juga membidik peningkatan pendapatan usaha tahun ini sebesar 39% menjadi Rp 248 miliar dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp 178,62 miliar.

Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira mengatakan bahwa performa bisnis tahun 2022 memberikan sinyal positif terhadap prospek usaha yang dijalani perseroan. Ada sejumlah katalis pendukung, salah satunya pertumbuhan cloud computing (komputasi awan) yang kini menjadi tren utama di bidang teknologi informasi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

International Data Corporation (IDC) memproyeksikan perkembangan cloud computing di Indonesia dalam kurun dua tahun terakhir naik sebesar US$ 186,48 juta. Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Pasifik yang mengalami pertumbuhan pasar public cloud tercepat. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan CAGR (compound annual growth rate) dari US$ 200 juta pada 2018 menjadi US$ 800 juta pada 2023.

“Ke depan, industri TI di Indonesia akan semakin berkembang pesat. Ditambah, posisi Indonesia yang diuntungkan dengan kondisi demografis yang merupakan pasar yang luar biasa bagi industri TI. Melihat besarnya potensi tersebut, ke depan perseroan dapat menjadi salah satu leading company yang patut diperhitungkan di tingkat nasional maupun global,” kata Kresna dalam paparan publik, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Kresna menilai, pertumbuhan ekonomi digital yang pesat ditambah jumlah populasi Indonesia yang mencapai 275 juta jiwa atau terbesar di Asia Tenggara, merupakan suatu potensi besar bagi industri data center di Indonesia. Terlebih, mengacu riset Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan e-Conomy SEA 2022, nilai ekonomi digital Indonesia berdasarkan gross merchandise value (GMV) diperkirakan tembus US$ 77 miliar, naik 22% dari 2021.

Sebab itu, emiten berkode saham ELIT tersebut juga terus meningkatkan target pendapatan, perolehan kontrak baru, dan kinerja keuangan pada 2023, serta strategi lainnya dalam menghadapi peluang di masa datang. “Strategi untuk ekspansi bisnis juga akan dilakukan pada tahun ini dengan analisis yang fundamental mengenai kesesuaian peluang tersebut terhadap kompetensi dan kapasitas perseroan saat ini,” tutur Kresna. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan Elitery, Audy Satria Wardhana menambahkan, target kinerja tahun ini sudah on track. Pada kuartal I-2023, ELIT mencatatkan laba bersih tahun berjalan Rp 3,82 miliar, naik 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,91 miliar. Pencapaian laba bersih seiring dengan peningkatan pendapatan yang meroket hingga 91% menjadi Rp 65,24 miliar dari Rp 34,13 miliar.

Adapun aset ELIT senilai Rp 221,6 miliar, tumbuh dari akhir Desember 2022 yang sebesar Rp 119,73 miliar atau sekitar 85%. Total kewajiban ELIT mencapai Rp 107,71 miliar dan ekuitas Rp 113,88 miliar. “Dengan demikian, dari sisi rasio utang terhadap ekuitas, kami masih di level yang terkendali. Tingkat debt to equity ratio (DER) hanya 0,95 kali,” jelas Audy.

Sementara itu, dalam RUPS hari ini menyetujui sejumlah agenda. Salah satunya, pemegang saham menyetujui usulan manajemen terkait pembagian dividen final sebesar Rp 7,1 miliar atau 73,76% dari laba bersih 2022. Dividen itu setara Rp 3,5 per saham.

“Pembagian dividen untuk memberikan nilai kepada para shareholders Elitery. Karena itu, keuntungannya juga dikembalikan kepada shareholders melalui setoran dividen. Sisa keuntungan bersih akan ditambahkan pada laba ditahan guna mendukung bisnis kami untuk siap berlari lebih jauh lagi pada 2023,” pungkas Kresna.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia