Kamis, 14 Mei 2026

Rencana Besar Emiten Properti Favorit Lo Kheng Hong (DILD)

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
24 Mei 2023 | 15:40 WIB
BAGIKAN
PT Intiland Development Tbk (DILD). (Foto: Perseroan)
PT Intiland Development Tbk (DILD). (Foto: Perseroan)

Adapun hingga kuartal pertama 2023, Intiland Development berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,54 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 981 miliar atau melonjak 174,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 562,5 miliar.

Peningkatan pendapatan usaha tersebut, menurut Archied, terutama ditopang oleh adanya pengakuan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use & high rise, khususnya dari apartemen Fifty Seven Promenade.

Selain itu, peningkatan tersebut juga dikontribusi dari segmen pengembangan lainnya, seperti kawasan perumahan, kawasan industri, dan properti investasi. “Pendapatan usaha meningkat signifikan terutama karena adanya pengakuan penjualan apartemen Fifty Seven Promenade yang sudah proses serah terima,” tutur dia.

Pendapatan dari pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar, mencapai Rp 1,36 triliun atau 88,3% dari keseluruhan. Jumlah tersebut melonjak 246,5% dibanding perolehan kuartal I-2022 senilai Rp 393,4 miliar. Pendapatan pengembangan diperoleh dari tiga segmen yakni mixed-use & high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri.

ADVERTISEMENT

Sumber pendapatan usaha berikutnya bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang diperoleh dari segmen properti investasi. Sumber pendapatan usaha ini tercatat memberikan kontribusi Rp 180 miliar atau sebesar 11,7% dari keseluruhan. Pendapatan dari recurring income mengalami kenaikan 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 169,1 miliar.

Archied menjelaskan ditinjau dari segmen pengembangan proyek, pendapatan dari segmen mixed-use & high rise memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai Rp 1,18 triliun, atau 76,8%. Kontribusi tersebut meningkat sebesar 877,5% dibandingkan kuartal I tahun 2022 senilai Rp 121,3 miliar.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen properti investasi sebesar Rp 180 miliar atau 11,7% dari keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini mengalami kenaikan 6,5 % dibandingkan perolehan kuartal I-2022 senilai Rp 169,1 miliar. Segmen pengembangan kawasan perumahan mencatatkan kontribusi sebesar Rp 134,1 miliar atau 8,7% dari keseluruhan.

Kontribusi dari segmen ini menurun 19,3 % dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 166,1 miliar. Kontributor berikutnya berasal dari segmen kawasan industri yang menyumbang pendapatan usaha Rp 43,4 miliar atau 2,8% dari total. Jumlah tersebut mengalami penurunan 59% dibanding kuartal I-2022 senilai Rp 106 miliar.

Archied menuturkan, pertumbuhan pendapatan usaha merupakan pencapaian yang cukup baik di tengah kondisi dan tantangan di sektor properti nasional. Perseroan terus berupaya untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut melalui pengembangan dari proyek-proyek berjalan maupun melalui proyek baru.

Peningkatan pendapatan usaha tersebut juga telah mendorong meningkatnya kinerja profitabilitas Perseroan. Laba kotor Intiland tercatat mencapai Rp 746,7 miliar, atau naik 255,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha dan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp 663,9 miliar dan Rp 391,7 miliar, atau mengalami pengangkatan 407,5% dan 492,9%.

“Laba bersih triwulan I tahun ini sebesar Rp 30,4 miliar, atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mengalami rugi bersih Rp 72,7 miliar. Sebagian besar porsi laba tahun berjalan yang kami bukukan, diatribusikan ke kepentingan non-pengendali sebesar Rp 361,3 miliar,” pungkas Archied.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia