Jumat, 15 Mei 2026

Laba Emiten Properti dan Konsumer Terbang, Sawit Menukik

Penulis : Harso Kurniawan
25 Mei 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: MYOR)
Kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: MYOR)

JAKARTA, Investor.id – Laba emiten sektor konsumer dan properti naik tajam pada kuartal I-2023, sedangkan emiten perkebunan kelapa sawit terpuruk. Tren peningkatan kinerja sektor konsumer dan properti diprediksi berlanjut sampai akhir 2023, seiring masih solidnya pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspektasi berhentinya penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

Selain emiten konsumer dan properti, emiten bank, otomotif, dan pertambangan mineral mencetak kinerja impresif. Adapun emiten batu bara masih mampu mencetak pertumbuhan laba bersih secara tahunan, kendati secara kuartalan merosot tajam.

Di sisi lain, emiten bank menjadi peraup laba bersih terbesar selama tiga bulan 2023. Penyumbang laba tertinggi tentu saja empat bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI

ADVERTISEMENT

Hal itu tercantum dalam laporan riset RHB Sekuritas yang memotret kinerja emiten kuartal I-2023, dikutip Rabu (24/5/2023). Per Maret 2023, laba sejumlah emiten properti yang diriset RHB melejit 51% menjadi Rp 2,1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,4 triliun. Mereka adalah PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

BSD mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi pada periode itu, sebesar 154%, diikuti Summarecon sebesar 60%. Adapun Alam Sutera mencetak penurunan laba bersih tertinggi sebesar 78%.

Sementara itu, RHB mencatat, kuartal I tahun ini, lima emiten konsumer yang diriset mencetak laba bersih Rp 9,9 triliun, naik dari periode sama tahun lalu Rp 6,7 triliun. Mereka adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI).

Realisasi laba lima emiten konsumer ini mencapai 36,6% dari proyeksi RHB setahun penuh dan 38,8% dari konsensus analis. Emiten yang mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi adalah Indofood CBP sebesar 103%.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia