Jumat, 15 Mei 2026

Laba Emiten Properti dan Konsumer Terbang, Sawit Menukik

Penulis : Harso Kurniawan
25 Mei 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: MYOR)
Kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: MYOR)

Tak ketinggalan, emiten perbankan panen laba bersih Rp 48 triliun kuartal I tahun ini, tumbuh 28% dari periode sama tahun lalu Rp 37,7 triliun. Hal ini saja dipicu lonjakan laba bersih empat bank besar penguasa market cap Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI. BCA mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di saham bank yang diriset RHB, sebesar 43%.

Sektor otomotif juga mencetak kinerja fantastis pada periode ini, dengan kenaikan laba bersih 29% menjadi Rp 9,1 triliun. Jumlah itu jauh melampaui prediksi RHB dan konsensus, masing-masing 31,8% dan 30,4% dari proyeksi setahun. Emiten yang diriset PT Astra International Tbk (ASII), kelompok usaha otomotif terbesar di Indonesia, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Emiten batu bara juga masih membukukan pertumbuhan laba bersih 5,5% secara tahunan kuartal I-2023 menjadi Rp 16,2 triliun. Namun, secara kuartalan, laba emiten batu bara ambles 25%, seiring kejatuhan harga emas hitam di pasar dunia. Adapun emiten batu bara yang diriset RHB adalah PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

ADVERTISEMENT

Emiten pertambangan mineral juga mencetak kinerja impresif, dengan kenaikan 29,6% menjadi Rp 3,1 triliun, sedangkan laba emiten migas terpangkas 9,9% menjadi Rp 1,9 triliun. Emiten pertambangan mineral yang diriset RHB adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sementara itu, dua emiten sawit yang diriset RHB Sekuritas, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) meraih laba bersih Rp 424 miliar per Maret 2023, turun tajam dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 771 miliar. Hal ini disebabkan turunnya penjualan ekspor.

Total laba bersih emiten yang diriset RHB naik 18% menjadi Rp 101 triliun per Maret 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 86 triliun. Jumlah itu sesuai dengan estimasi, lantaran merefleksikan 26% dari proyeksi setahun penuh RHB dan konsensus analis.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia