Jumat, 15 Mei 2026

Meski Untung, PP Presisi (PPRE) Tak Bagikan Dividen

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
26 Mei 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.
PT PP Presisi Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - Emiten pelat merah, PT PP Presisi Tbk (PPRE), kembali tak membagikan dividen tahun buku 2022.Meski berhasil mengantongi untung pada tahun lalu sebesar Rp 100,75 miliar. 

Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal PP Presisi (PPRE) Arif Iswahyudi mengatakan, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (24/5/2023), para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih Rp 5,03 miliar atau 5% dari total untuk cadangan wajib. “Kemudian, sebesar 95% atau setara Rp 95,71 miliar akan digunakan sebagai saldo laba ditahan,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/5/2023).

Sebagai informasi, selama 2022, perseroan berhasil mengantongi untung sebesar Rp 100,75 miliar atau bertumbuh 30,98%. Pendapatan itu bersumber dari pendapatan Rp 3,6 triliun juga ikut bertumbuh 29,5%.

ADVERTISEMENT

Menurut Arif, pertumbuhan ini mampu dicapai lantaran pengoptimalan pendapatan melalui lini bisnis jasa pertambangan nikel. Hal tersebut menerapkan strategi partnership terkait pengadaan alat berat dan sparepart, optimalisasi occupancy alat berat, serta penerapan cost leadership yang baik.

Meski Untung, PP Presisi (PPRE) Tak Bagikan Dividen
Direktur Keuangan, Manrisk dan Legal PP Presisi (PPRE) Arif Iswahyudi

"Pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi kami untuk mendapatkan recurring income dengan pendapatan kontrak untuk jangka waktu panjanng. Serta, meningkatkan competitiveness maupun positioning sebagai main contractor pada jasa pertambangan dan konstruksi,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, perseroan juga menyepakati perubahan susunan Dewan Komisaris di antara lain Komisaris Utama/Komisaris Independen Nur Rochmad, Komisaris Albert SM Simangunsong, Komisaris M. Zahid dan Komisaris Independen Indra Jaya Rajagukguk.

Selama kuartal I-2023, PP Presisi membukukan laba bersih Rp 25,39 miliar, naik 97,28% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 12,87 miliar. Peningkatan laba justru terjadi saat pendapatan terkoreksi 4,71% menjadi Rp 790,69 miliar dari sebelumnya Rp 829,79 miliar. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia