Jumat, 15 Mei 2026

Juni, VKTR dan Graha Mitra IPO Saham Rp 1,2 Triliun

Penulis : Zsazya Senorita
26 Mei 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

JAKARTA, investor.id – Sebanyak dua perusahaan bakal menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 1,2 triliun pada Juni 2023. Mereka adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF).

Aksi dua perusahaan ini menambah panjang jumlah IPO sepanjang 2023 yang hingga kini sudah mencapai 40. Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah IPO tahun ini mencapai 70, naik dari tahun lalu 59.

Berdasarkan prospektus IPO VKTR, Kamis (25/5/2023), perseroan membidik dana Rp 1,13 triliun dari aksi ini. Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) itu akan menawarkan maksimal 8,75 miliar saham saham atau 20% dengan harga Rp 100-130.

ADVERTISEMENT
Juni, VKTR dan Graha Mitra IPO Saham Rp 1,2 Triliun
Bekerja sama dengan BYD Auto, VKTR telah mengembangkan bus listrik yang dirancang untuk kinerja optimal untuk melayani jaringan Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia, Transjakarta. (Foto ilustrasi: Perseroan)

“Penentuan harga IPO saham ini antara lain mempertimbangkan kondisi pasar saat bookbuilding serta rasio-rasio perusahaan sejenis yang telah tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia), tidak terbatas pada price to earning Ratio (PER), price to book value (PBV), dan earning per share (EPS),” tulis manajemen VKTR dalam prospektus IPO, dikutip Kamis (25/5/2023).

VKTR akan menggunakan 39,93% dana hasil IPO setelah dikurangi biaya penawaran umum, sebagai belanja modal (capital expenditure/capex). Kemudian, 44,61% untuk modal kerja (operational expenditure/opex), memenuhi kebutuhan biaya administrasi umum, serta modal pembelian bus hingga motor listrik untuk dijual.

Sebesar 26,99% dari capex akan dipakai mengembangkan satu fasilitas perakitan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Hampir setengah anggaran fasilitas perakitan KBLBB akan digunakan membeli alat produksi, mesin & equipment, alat penguji kinerja, gudang dan rak, plant management system, serta kualitas sertifikasi. 

Sementara itu, 58% sisanya akan dipakai mengembangkan fasilitas perakitan KBLBB segmen roda empat di Jl. Raya Magelang Purworejo KM 10 yang fokus pada transportasi publik dan niaga. Selanjutnya, 24,67% hasil IPO ditujukan untuk pembangunan fasilitas baru produksi sepeda motor listrik, dengan porsi 23,53% pembangunan dan 76,47% pembelian alat.

Capex yang menyerap 40% hasil dana IPO juga digunakan untuk pengembangan perakitan modul dan pack baterai, pembelian lahan 10 hektare (ha), serta riset dan pengembangan prototipe KBLBB dan baterai siap pakai.

“Lalu, sekitar 11,59% akan diberikan kepada perusahaan anak, PT Bakrie Autoparts dalam bentuk penyertaan modal, untuk pengembangan usaha yang mendukung kegiatan VKTR,” tulis manajemen lebih lanjut.

Calon emiten sektor barang konsumen (cyclicals) ini juga berencana menyisakan Rp 21,46 miliar hasil IPO untuk melunasi utang kepada PT Tambara Tama Mandiri. Dana US$ 759.459 atau 1,38% hasil IPO juga akan digunakan untuk pelunasan utang, yakni  kepada PT Andara Multi Sarana.

Masa penawaran awal saham perusahaan di bidang perdagangan KBLBB, komponen suku cadang, dan industri pengecoran besi ini akan berlangsung pada 26-31 Mei 2023. Kemudian, tanggal efektif diperkirakan 8 Juni 2023 dengan masa penawaran umum 12-14 Juni 2023.

Selanjutnya, masa penjatahan diperkirakan jatuh pada 14 Juni 2023, distribusi saham secara elektronik 15 Juni 2023, dan pencatatan saham di BEI 16 Juni 2023.

Juni, VKTR dan Graha Mitra IPO Saham Rp 1,2 Triliun
PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF)

Di sisi lain, perusahaan properti Graha Mitra akan melepas maksimal 1,2 miliar saham atau 20,95% lewat IPO. Harga penawarannya di kisaran Rp 90-100 per saham, sehingga dana yang bisa diraih maksimal Rp 120 miliar.

Dalam prospektus awal Graha Mitra disebutkan, masa penawaran awal (bookbuilding) pada 25 Mei-5 Juni 2023, penawaran umum diperkirakan 14-20 Juni, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terwujud di 22 Juni. UOB Kay Hian Sekuritas dipercaya menjadi penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,2 miliar waran seri I dengan target dana Rp 150 miliar. Adapun dana yang akan diperoleh perseroan dari hasil pelaksanaan waran seri I akan digunakan perseroan untuk modal kerja operasional perseroan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia