Jumat, 15 Mei 2026

Fokus Dongkrak Profitabilitas, Dua Sekuritas Ini Naikkan Target Saham Gudang Garam (GGRM)

Penulis : Parluhutan Situmorang
26 Mei 2023 | 15:04 WIB
BAGIKAN
Gudang Garam. (Foto: istimewa)
Gudang Garam. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Target harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) direvisi naik secara bersamaan oleh kedua sekuritas ini. Kenaikan tersebut merefleksikan bahwa penjualan dan tingkat profitabilitas bakal mulai pulih dalam beberapa kuartal mendatang.

RHB Sekuritas Indonesia merevisi naik target harga saham GGRM dari Rp 31.000 menjadi Rp 36.000 dengan rekomendasi dinaikkan dari netral menjadi beli.

RHB Sekuritas memperkirakan laba bersih Gudang Garam melompat menjadi Rp 4,93 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,78 triliun. Sedangkan pendapatan diprediksi melesat dari Rp 124,68 triliun menjadi Rp 133,14 triliun.

ADVERTISEMENT

“Kami memperkirakan margin keuntungan perseroan akan melanjutkan pemulihan tahun ini, seiring dengan masifnya kenaikan harga jual. Berdasarkan data, harga jual rokok perseroan telah naik berkisar 7,5-45,2% sepanjang 2023 berjalan atau lebih tinggi dari kenaikan pajaknya,” tulis RHB dalam risetnya.

Sedangkan volume penjualan rokok emiten berkode saham GGRM tersebut diprediksi tetap melanjutkan penurunan dengan prediksi sebesar 5% tahun ini. Hanya permintaan rokok dari kalangan menengah atas yang diprediksi tidak terganggu tahun ini.

Revisi naik target harga saham GGRM juga datang dari BCA Sekuritas. Menurut analis BCA Sekuritas Andrea Benas, kenaikan cukai rokok tahun ini telah tercermin pada harga saham GGRM saat ini. Perseroan mulai mendapatkan sentimen positif atas keputusan menaikkan harga jual, meski berdampak terhadap penurunan volume.

Hanya saja, menurut dia, kenaikan tersebut akan berimbas terhadap pertumbuhan laba bersih. Diperkirakan laba bersih GGRM bisa melesat ke Rp 5,9 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu hanya Rp 2,8 triliun.

“Laba bersih perseroan berpotensi melesat hingga 100% tahun ini didukung keputusan perseroan yang memfokuskan profitabilitas, dibandingkan dengan pertumbuhan volume penjualan,” tulis Andrea dalam risetnya.

Hal ini mendorong BCA Sekuritas merevisi naik target harga saham GGRM menjadi Rp 35.000 dengan rekomendasi dinaikkan menjadi beli. Apalagi, GGRM masuk sebagai saham defensif, sehingga layak menjadi perhatian investor.

BCA Sekuritas menargetkan lompatan laba bersih GGRM menjadi Rp 5,83 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,78 triliun. Bahkan labanya lebih tinggi dari pencapaian tahun 2021 senilai Rp 5,60 triliun.

Pendapatan GGRM juga diestimasi melesat menjadi Rp 136,08 triliun dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 124,68 triliun dan perolehan tahun 2021 senilai Rp 124,88 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia