Jumat, 15 Mei 2026

Tambah 2 Kapal Baru, Jasa Armada (IPCM) Anggarkan Rp 140 Miliar  

Penulis : Muawwan Daelami
26 Mei 2023 | 18:07 WIB
BAGIKAN
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membagikan dividen sebesar Rp 18,15 Miliar pada 2021
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membagikan dividen sebesar Rp 18,15 Miliar pada 2021

BALI, Investor.id –  PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menyiapkan anggaran sekitar Rp 140 miliar untuk penambahan dua armada tahun depan. Sedangkan penambahan empat armada baru ditargetkan tuntas Juli tahun ini.

Direktur Operasi Muhammad Iqbal mengatakan, sebanyak tiga unit kapal pandu telah diterima pada April dan satu kapal lagi akan datang pada Juli tahun ini.

"Yang satu ini sebentar lagi finish, sehingga total empat armada yang akan jadi pada tahun ini," ucap Iqbal di acara media gathering di Bali, Jumat (26/5).

ADVERTISEMENT

Menurut Iqbal, untuk pembuatan satu armada menghabiskan belanja sekitar Rp 60-70 miliar. Dengan target pengadaan dua kapal tahun depan, maka perseroan akan menggelontorkan dana sebenyak Rp 140 miliar.

Untuk kapal tipe Abimanyu, Iqbal menerangkan, biasanya pengerjaanya memakan waktu selama 18 bulan. Sedangkan kapal tipe Srikandi rata-rata di atas satu tahun. "Jadi, kalau tahun 2023 ini selesai proses lelangnya, maka dua kapal tambahan bakal datang pada 2025," kata dia.

Hingga kuartal I-2023, perseroan memiliki total 87 armada yang terdiri dari 56 tipe tug boat, 26 pilot boat, dan 5 mooring boat.

Sementara itu, Direktur Keuangan Reini Delfianti menyampaikan, tahun 2023, perseroan akan membelanjakan dana sekitar Rp 124 miliar. Kendati begitu, perseroan sudah membelanjakannya sejak tahun lalu karena pengerjaan kapal mustahil selesai  dalam setahun, sehingga total kebutuhan spendingnya bisa mencapai Rp 250 miliar.

Adapun sumber dana untuk memenuhi kebutuhan belanja tersebut, Reini bilang, perseroan masih mengandalkan dari kas internal yang diperoleh dari dana Initial Public Offering (IPO). "Jadi, perolehan dana IPO sudah diperuntukkan sesuai rencana. Di mana 90% untuk investasi dan 10% sebagai modal kerja," tutup Reini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia