Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Ditutup Melejit, Nasdaq Bukukan Kenaikan Lima Pekan Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
27 Mei 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pagi pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)
Trader bekerja di lantai Bursa Efek New York selama perdagangan pagi pada 4 Januari 2023 di New York City, Amerika Serikat. (Foto: Michael M. Santiago/Getty Images/AFP)

NEW YORK, investor.id – Wall Street ditutup melejit pada Jumat (26/5/2023). Nasdaq membukukan kenaikan dalam lima pekan berturut-turut.

Dikutip dari CNBC internasional, saham melonjak pada Jumat karena para pedagang semakin berharap bahwa anggota parlemen akan mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS, menghindari gagal bayar yang berpotensi menimbulkan bencana.

Dow Jones Industrial Average melejit328,69 poin (1%) menjadi menetap di 33.093,34. S&P 500 melonjak 1,3% menjadi ditutup pada 4.205,45. Sedangkan Nasdaq terbang hingga 2,2% menjadi 12.975,69.

ADVERTISEMENT

Intel dan American Express masing-masing naik 5,8% dan 4,1% mendorong Dow lebih tinggi. Sektor teknologi S&P 500 dan sektor konsumen masing-masing terangkat lebih dari 2%.

Wall Street Ditutup Melejit, Nasdaq Bukukan Kenaikan Lima Pekan Berturut-turut
Ilustrasi Nasdaq. (Sumber: nasdaq.com)

Nasdaq membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut, naik 2,5%. S&P 500 juga membukukan kenaikan satu minggu, naik 0,3%. Sementara itu, Dow melemah pekan ini, kehilangan 1%.

Negosiator administrasi Kongres dan Biden memusatkan perhatian pada kesepakatan yang akan meningkatkan batas utang AS selama dua tahun. Ketua DPR Kevin McCarthy mengatakan pembicaraan Kamis malam menghasilkan kemajuan, tetapi menambahkan ‘harus membuat lebih banyak kemajuan sekarang’.

Ed Moya, analis pasar senior di Oanda, mengingatkan begitu kesepakatan utang selesai, pasar harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Fed akan membunuh ekonomi. "Akhir dari pengetatan mungkin tidak terjadi sampai akhir musim panas dan itu berarti kita mungkin akan mendapatkan penurunan suku bunga yang lebih besar tahun depan,” ucapnya.

Data baru yang keluar Jumat pagi (26/5/2023) menunjukkan inflasi naik lebih dari yang diharapkan pada April. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi, pengukur tekanan harga yang disukai Federal Reserve, meningkat 0,4% bulan lalu dan 4,7% dari tahun sebelumnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia