Jumat, 15 Mei 2026

Emas Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Utang dan Inflasi AS

Penulis : Indah Handayani
27 Mei 2023 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. (Foto: ANTARA/REUTERS/aa)
Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange. (Foto: ANTARA/REUTERS/aa)

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (27/5/2023). Menghentikan kerugian selama empat hari berturut-turut namun masih mencatat penurunan mingguan ketiga beruntun di tengah negosiasi plafon utang AS yang berlarut-larut dan inflasi AS yang membandel.

Dikutup dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 60 sen (0,03%) menjadi ditutup pada US$ 1.944,30 per ounce. Setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.957,10 dan terendah di US$ 1.936.

Emas berjangka terpuruk US$ 20,90 (1,06%) menjadi US$ 1.943,70 pada Kamis (25/5/2023). Setelah tergelincir US$ 9,9 (0,50%) menjadi US$ 1.964,6 pada Rabu (24/5/2023). Jatuh US$ 2,7 (0,14%) menjadi US$ 1.974,5 pada Selasa (23/5/2023).

Untuk minggu ini, kontrak emas Juni tergelincir 1,9%, mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut, setelah turun 2% di minggu sebelumnya dan turun 0,25% lagi seminggu sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Minggu yang sulit bagi emas berakhir karena beberapa investor mencari perlindungan jika pembicaraan plafon utang mengalami hambatan besar pada jam ke-11," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, Erlam.

"Ini adalah waktu krisis untuk (Washington) DC dan kemungkinan skenario TARP (dari 2008) dapat terjadi ketika Kongres pada awalnya gagal meloloskan program dana talangan bank, itulah sebabnya beberapa pedagang lari ke emas menjelang akhir pekan yang panjang. Jika bukan karena data (inflasi) hawkish lainnya, emas akan mengakhiri minggu ini dengan catatan yang jauh lebih kuat,” paparnya.

Presiden Joe Biden Kamis (25/5/2023) menyatakan Amerika Serikat akan menghindari gagal bayar kredit yang menghancurkan bahkan ketika anggota parlemen mengambil jeda 10 hari tanpa kesepakatan untuk menaikkan batas pinjaman negara untuk tetap membayar tagihan.

Ada tujuh hari hingga 1 Juni - titik sedini mungkin ketika pemerintah memperkirakan akan kehabisan uang untuk melunasi utangnya - dan pembayaran pinjaman yang terlewat kemungkinan akan memicu resesi, pasar dunia yang bergolak. Tetapi anggota Dewan Perwakilan Rakyat mulai melakukan reses untuk Memorial Day setelah pemungutan suara terakhir mereka Kamis (25/5/2023) pagi dan baru akan kembali hingga 4 Juni.

Emas tertekan pada Jumat (26/5/2023) setelah pengukur favorit Federal Reserve untuk inflasi AS datang lebih panas dari perkiraan untuk April, menunjukkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada Juni dan Juli versus ekspektasi untuk jeda.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Jumat (26/5/2023) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti AS (PCE) naik 0,4% pada April dan 4,7 % dari tahun lalu, keduanya lebih tinggi dari yang diharapkan.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada hari yang sama beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang tahan lama yang diproduksi meningkat US$ 3,1 miliar (1,1%) menjadi US$ 283,0 miliar pada April.

Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 59,2 pada survei Mei 2023, turun dari 63,5 pada April dan di atas 58,4 Mei lalu.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terangkat 45,00 sen (1,96%) menjadi ditutup pada US$ 23,36 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah US$ 1,80 (0,18%) menjadi menetap pada US$ 1.028,10 per ounce.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia