Kamis, 14 Mei 2026

Plafon Utang AS Beres, IHSG Siap Rebound

Penulis : Muawwan Daelami / Zsazya Senorita
29 Mei 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan siap rebound ke level 6.657-6.773 pada pekan ini, setelah terpangkas 0,2% pada pekan lalu. Hal ini dipicu tuntasnya masalah plafon utang Amerika Serikat (AS) serta membaiknya inflasi dan kinerja manufaktur Indonesia.

Analis Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mencermati, sentimen global dan domestik akan mendukung penguatan IHSG sepekan ini. Pasalnya, rilis data tenaga kerja non-farm payroll AS diprediksi menurun. Sebaliknya, rilis data inflasi dan manufaktur Indonesia diekspektasikan membaik.

“Jadi, masalah kenaikan plafon utang AS kemungkinan besar akan disetujui. Karena, hal itu pernah terjadi di masa Presiden Obama dan partai Republik dan Demokrat yang saat itu setuju untuk menaikkan plafon utang. Terlalu berisiko membiarkan government shutdown,” jelas Raphon kepada Investor Daily, Minggu (28/5/2023).

ADVERTISEMENT

Sekalipun, kata Raphon, persetujuan kenaikan plafon utang AS baru akan tercapai pada menit-menit akhir. Sentimen lain yang memperkuat IHSG pekan ini adalah kecenderungan pelaku pasar yang sudah mengantisipasi resesi Jerman, sehingga resesi tersebut tidak lagi menjadi sesuatu yang mengerikan.

“Berbeda konteksnya bila yang resesi Tiongkok atau AS. Jadi pengaruh resesi ini tidak begitu signifikan,” tambahnya. Sejalan dengan proyeksi positif IHSG pekan ini, Raphon pun merekomendasikan untuk mencermati saham GGRM dengan target harga 3.2000 dan saham BBRI dengan target harga 6.000.

Dia melihat, potensi lonjakan laba bersih pada kuartal II-2023 akan menjadi katalis positif bagi GGRM dan prospek saham perbankan diperkirakan masih positif didukung oleh potensi pemangkasan suku bunga acuan.

Sama seperti Raphon, CEO Edvisor.id Praska Putrantyo juga memperkirakan IHSG pekan ini akan cenderung menguat di level 6.650-6.800 berkat rilis angka Personal Consumption Expenditures (PCE) price index yang lebih tinggi dari ekspektasi pada April 2023 setelah suku bunga acuan The Fed berpotensi meningkat Juni mendatang.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 14 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 31 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia