Penjualan Otomotif Melesat, Target Harga Astra Otoparts (AUTO) Direvisi Naik
JAKARTA, investor.id – Target harga saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direvisi naik dari Rp 2.200 menjadi Rp 2.510 dengan rekomendasi beli. Revisi naik target harga ini didukung ekspektasi lonjakan penjualan otomotif yang berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan.
Menurut RHB Sekuritas, kenaikan target harga saham juga mempertimbangkan revisi naik proyeksi kinerja keuangan Astra Otoparts. Proyeksi laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 1,33 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi naik dari Rp 21,88 triliun menjadi Rp 22,36 triliun.
RHB Sekuritas juga revisi naik target margin keuntungan bersih (net margin) Astra Otoparts dari 6,1% menjadi 6,7%. Sedangkan gross margin direvisi naik dari Rp 14,6% menjadi 14,7%.
“Prospek penjualan otomotif tetap optimistis dengan penjualan sepeda motor diprediksi naik menjadi 6 juta unit tahun ini, dibandingkan perkiraan semula 5,4-5,6 juta unit. Sedangkan peluncuran mobil Avanza baru akan menjadi katalis terhadap kenaikan penjualan mobil grup Astra,” tulis analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam risetnya.
Peningkatan penjualan otomotif, menurut dia, juga didukung pasokan semikonduktor yang diprediksi mencukupi tahun ini, setelah industri otomotif sempat kewalahan memproduksi mobil akibat kekurangan pasokan semikonduktor tahun lalu.
Selain faktor tersebut, kehadiran produk baru akan menjadi dukungan positif bagi emiten berkode saham AUTO tersebut. Sebagaimana diketahui bakal diluncurkan New Avanza hyrid dalam waktu dekat. Produk baru ini akan berimbas positif terhadap penjualan suku cadang yang diproduksi perseroan.
“Kami memprediksi kehadiran modal New Avanza akan membawa imbas besar terhadap penjualan suku cadang Astra Otopart. Dampaknya lebih besar dibandingkan dengan kehadiran Innova terbaru,” jelas Andrey.
Selain faktor tersebut, AUTO merupakan perusahaan dengan kas internal kuat, sehingga memungkinkan perseroan dengan mudah ekspansi bisnis. Hingga kuartal I-2023, kas bersih mencapai Rp 2 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






