Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Didukung Sentimen Risk On di Pasar

Penulis : Grace El Dora
30 Mei 2023 | 14:43 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)
Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ss/ama)

JAKARTA, investor.id – Analis perusahaan pialang valas dan saham Deu Calion Futures (DCFX), Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat karena didukung sentimen risk on di pasar. Sentimen ini sebagai sambutan positif pasar atas perkembangan seputar plafon utang Amerika Serikat (AS).

“(Namun), naiknya ekspektasi akan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) masih akan membatasi penguatan,” ujarnya, dikutip dari Antara pada Selasa (30/5).

Sentimen risk on adalah kondisi pasar yang menunjukkan pelaku pasar sedang optimis terhadap prospek kondisi perekonomian.

ADVERTISEMENT

Pada Selasa, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta dipantau dari Antara menguat tipis sebesar 0,06% atau 9 poin menjadi Rp 14.963 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.972 per dolar AS.

Dia menduga pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran pergerakan Rp 14.900-15.000 per dolar AS.

Seperti diketahui, adanya penyelesaian anggaran perihal debt ceiling di AS oleh Presiden AS Joe Biden dengan Ketua DPR Kevin McCarthy untuk menangguhkan plafon utang negara senilai US$ 31,4 triliun hingga 1 Januari 2025 dinilai bisa melegakan pasar.

“Artinya, pasar berani lagi masuk ke aset berisiko. Jadi harusnya bisa mendorong penguatan rupiah,” ungkap Ariston.

Di perdagangan Asia, dolar AS dibuka melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada Selasa pagi setelah kesepakatan atas plafon utang AS mengangkat sentimen risiko. Terlepas dari kemungkinan kesepakatan itu menghadapi tantangan melalui Kongres.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 0,125% menjadi 104,17, turun dari tertinggi dua bulan di 104,42 yang disentuh pada Jumat (26/5). Indeks berada di jalur untuk mengakhiri bulan dengan kenaikan 2,5%.

Segelintir anggota parlemen sayap kanan Republik pada Senin (29/5) mengatakan mereka akan menentang kesepakatan untuk menaikkan plafon utang Amerika Serikat sebesar US$ 31,4 triliun.

Oposisi menyoroti rintangan yang akan dihadapi oleh Presiden Demokrat Joe Biden dan anggota kongres utama dari Partai Republik Kevin McCarthy untuk mendapatkan paket tersebut melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dikendalikan oleh Partai Republik dan Senat yang dikendalikan oleh Partai Demokrat sebelum batas waktu tercapai, kemungkinan pada Senin depan (5/6).

“Seolah-olah dua partai politik di AS sedang memainkan game berbahaya dan menantang pihak lain untuk menyerah,” kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia