Wah, Garuda (GIAA) Pasang Target Pendapatan Naik Lebih Tinggi
JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan kenaikan pendapatan (operating revenue) sebesar 84-87% dan peningkatan EBITDA 20-25% sepanjang 2023 dibandingkan 2022. Tahun lalu, national flag carrier ini mencatatkan pendapatan US$ 1,68 miliar atau naik 62,3% (yoy) dan laba bersih US$ 3,73 miliar.
“Dengan proyeksi kenaikan jumlah penumpang 76,45% pada kuartal ketiga dibanding periode sebelumnya, sehingga diharapkan akan meningkatkan pendapatan usaha sepanjang 2023,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam paparan publik, Selasa (30/5/2023).
Estimasi pertumbuhan kinerja tersebut, menurut Irfan, didorong oleh restrukturisasi kontrak sewa pesawat, seperti penurunan total pesawat sewa dari 210 pada 2020 menjadi 134 per 31 Desember 2022. Perseroan juga melakukan penurunan lease rate pesawat narrow body sekitar 31% dan wide body 55%.
Pasca-PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang), Irfan menegaskan bahwa Garuda Indonesia berhasil menurunkan nilai utang sekitar 50% dari US$ 10,11 miliar menjadi US$ 5,1 miliar. Tahun lalu, emiten pelat merah ini berhasil menekan total pengeluaran 34% menjadi US$ 219 miliar dari US$ 333 miliar pada 2019.
Dalam rangka efisiensi, emiten berkode saham GIAA tersebut juga mengurangi porsi sumber daya manusia (SDM) dari 7.906 pada 2019 menjadi 4.497 pada 2022, turun hampir 50% dalam dua tahun.
Sedangkan pada kuartal I-2023, GIAA secara grup berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan usaha hingga 72% (yoy) menjadi US$ 602,99 juta. Pertumbuhan pendapatan usaha ini selaras dengan peningkatan trafik penumpang yang berhasil dicatatkan Garuda Indonesia Group pada kuartal I-2023 yang sedikitnya berjumlah 4,5 juta penumpang atau tumbuh sekitar 60% (yoy).
Irfan menegaskan, pertumbuhan pendapatan usaha GIAA pada kuartal pertama itu menjadi outlook positif tersendiri bagi kinerja usaha sepanjang 2023. Sebab di tengah periode awal tahun yang dikenal sebagai low season bagi sektor industri penerbangan, GIAA berhasil mencatatkan kinerja solid.
Hal itu dibuktikan melalui pembukuan arus kas positif (cash flow), dengan komposisi kas masuk yang lebih besar dibandingkan beban operasi. “Capaian ini menjadi langkah berkesinambungan dan awal transformasi kinerja yang secara konsisten menunjukan outlook positif dari upaya perbaikan kinerja usaha yang terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Irfan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





