Jumat, 15 Mei 2026

Gencar Ekspansi, Garuda (GIAA) Tambah 5 Pesawat Boeing 737

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mei 2023 | 09:05 WIB
BAGIKAN
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Ist)
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id - Maskapai nasional Garuda Indonesia (GIAA) memproyeksikan catatan kinerja usaha akan terus tumbuh secara konsisten dan menunjukkan outlook positif hingga akhir tahun 2023 menyusul peningkatan minat masyarakat untuk melaksanakan perjalanan udara selaras dengan momentum pertumbuhan industri pariwisata nasional di tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, sejalan dengan pertumbuhan kinerja positif yang dicatatkan oleh perusahaan sejak awal tahun 2023, Garuda Indonesia memperkirakan adanya tren kenaikan jumlah penumpang hingga 36,45 persen di kuartal III tahun 2023 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 lalu.

“Lebih lanjut, estimasi angkutan penumpang Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III diperkirakan akan melampaui capaian angkutan penumpang sepanjang tahun 2022,” papar dia.

ADVERTISEMENT

“Tentunya proyeksi ini menjadi capaian tersendiri untuk melihat outlook kinerja perseroan di tahun 2023 yang sejalan upaya aksi strategis perseroan untuk meraih akselerasi pemulihan kinerja melalui peningkatan trafik penumpang yang didukung dengan selesainya proses restrukturisasi pada akhir tahun lalu,” tambah Irfan dalam keterangan resmi, Rabu (31/5/2023).

Optimisme kinerja Garuda Indonesia di tahun 2023 turut terepresentasikan melalui EBITDA perseroan yang mencatatkan pertumbuhan pada akhir kuartal I menjadi US$ 71 juta erta posisi cash flow yang positif.

“Di mana hal tersebut didukung oleh landasan kinerja terus diperkuat melalui fundamental pendapatan usaha yang semakin sehat, khususnya setelah berbagai upaya  restrukturisasi menyeluruh yang dilakukan pada tahun 2022 lalu,” jelas Irfan.

Tambah Pesawat

Selain itu, Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan capaian rasio revenue per aircraft hingga 11,29 persen menjadi US$ 26,10 juta di tahun 2022 dibandingkan dengan rasio aircraft per revenue di tahun 2019 sebesar US$ 23,45 juta.

“Hal ini menjadi indikator produktivitas yang semakin optimal di mana kinerja perseroan yang saat ini didukung oleh komposisi armada menurun signifikan hingga 70 persen dibandingkan tahun 2019 lalu, dapat menghasilkan rasio revenue per aircraft yang semakin tinggi,” imbuhnya.

Berkenaan dengan fokus kinerja di tahun 2023, Irfan mengungkapkan bahwa sejumlah langkah strategis perseroan terus dioptimalkan. Khususnya pada kapasitas produksi untuk menunjang kegiatan operasional, termasuk di antaranya Garuda Indonesia akan menambah 5 pesawat narrow body jenis Boeing 737-800 NG yang akan tersedia secara bertahap sepanjang tahun 2023.

“Pada tahap awal, sebanyak 2 pesawat dijadwalkan akan diterima oleh Garuda Indonesia pada awal kuartal III,” sebut Irfan.

Sementara, lanjut dia, untuk pengiriman 3 pesawat lainnya diharapkan dapat diterima pada kuartal IV.

“Dengan demikian, diharapkan pada akhir tahun 2023 jumlah armada Garuda Indonesia nantinya akan semakin kuat di mana perseroan akan mengoperasikan sedikitnya 63 armada untuk mendukung berbagai langkah operasional penerbangan, termasuk dalam strategi pengembangan jaringan beberapa rute penerbangan yang menjadi preferensi masyarakat,” tutup Irfan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia