Emas Menguat di Tengah Kerumitan Politik Atas Utang AS
CHICAGO, investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut. Pasalnya, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) turun, di tengah ketegangan politis mengenai apakah kesepakatan plafon utang AS antara Gedung Putih dan Partai Republik akan lolos di Kongres.
Kontrak emas yang dipantau dari Antara paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 14,00 dolar AS atau 0,71% menjadi ditutup pada 1.977,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.981,90 dolar AS dan terendah di 1.949,60 dolar AS.
Emas berjangka terdongkrak 60 sen atau 0,03% menjadi 1.944,30 dolar AS pada Jumat (26/5), setelah terpuruk 20,90 dolar AS atau 1,06% menjadi 1.943,70 dolar AS pada Kamis (25/5), dan tergelincir 9,90 dolar AS atau 0,50% menjadi 1.964,60 dolar AS pada Rabu (24/5).
Bursa Comex ditutup pada Senin (29/5) untuk libur Memorial Day.
Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan pada Sabtu (27/5) malam untuk menaikkan batas utang pemerintah federal AS. Perjanjian tersebut sekarang menunggu untuk disahkan oleh Kongres.
“Tidak perlu banyak untuk mengganggu kesepakatan utang ini karena optimisme tetap ada, bahwa Kongres tidak akan main-main dengan menempatkan ekonomi pada risiko bencana yang tidak perlu,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA pada Rabu (31/5).
Tetapi dia mengakui berita utama media yang mengutip beberapa Republikan di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai menentang pemotongan kesepakatan oleh McCarthy dengan Biden, bahkan ketika kepemimpinan partai tersebut tampaknya bertekad untuk mencegah gagal bayar (default) utang AS.
“Kehancuran total dalam kepercayaan yang datang dengan gagal bayar AS akan memicu momen de-risking yang akan menurunkan semuanya termasuk emas,” tambah Moya.
Sementara itu, ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lainnya oleh Federal Reserve (Fed) pada Juni telah meningkat setelah rilis data inflasi AS pada Jumat.
The Conference Board melaporkan Selasa (30/5) indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 102,3 pada Mei dari 103,7 pada April. Ini adalah keempat kalinya dalam lima bulan indeks kepercayaan konsumen (CCI) AS secara keseluruhan menurun.
Investor sedang menunggu laporan pekerjaan bulanan besar yang akan keluar pada Jumat (2/6).
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 12,10 sen atau 0,52% menjadi ditutup pada 23,239 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 6,20 dolar AS atau 0,60%, menjadi menetap pada 1.021,90 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






