Jumat, 15 Mei 2026

Meski Sempat ARA Pekan Ini, Saham GOTO masih Merosot 56,50% dari Harga IPO

Penulis : Parluhutan Situmorang
2 Jun 2023 | 11:16 WIB
BAGIKAN
APlikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
APlikasi Tokopedia, bagian dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

Target Harga

Sementara itu, meskipun harga saham GOTO melesat ke level Rp 147, harga tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan sekuritas ini.

Citi Research sebelumnya mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 250.

"Pergerakan harga saham GOTO didukung katalis kelanjutan pendapatan yang kuat pada kuartal II-2023 yang sudah terlihat sejak kuartal I-2023. Begitu juga dengan peluang saham ini masuk dalam indeks MSCI pada Mei 2023 ikut memberikan dukungan positif," sebut riset Citi Research.

ADVERTISEMENT

Masuknya saham GOTO dalam indeks global MSCI telah ditunggu-tunggu oleh sejumlah investor dan pelaku pasar. Apalagi setelah GOTO berhasil masuk indeks global FTSE, yang membuat sahamnya sempat rally hingga menyentuh Rp 130 pada awal Maret lalu.

Terkait performa kinerja keuangan, Citi menyebutkan, terjadi penguatan signifikan dengan pencapaian pendapatan bersih Rp 3,3 triliun pada kuartal I-2023, tumbuh 123% secara year on year. Secara kuartalan, pendapatan tersebut stagnan, dibandingkan kuartal sebelumnya karena terjadi perlambatan akibat faktor musiman awal tahun.

Tak hanya itu, perseroan berhasil mencapai margin kontribusi positif senilai Rp 636 miliar untuk pertama kalinya atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya masih tercatat minus Rp 2,5 triliun. Semua lini bisnis GOTO mencatatkan margin kontribusi positif, kecuali logistik yang merupakan lini bisnis baru.

"Pendorong utama marjin kontribusi yang positif adalah tingkat penerimaan yang lebih tinggi dari semua divisi, efisiensi yang lebih baik dari redundansi biaya yang diharapkan terus berlanjut, dan insentif pelanggan yang lebih rendah dan biaya iklan dan promosi yang lebih rendah," tulis Citi.

Margin kontribusi adalah pendapatan bruto dikurangi beban pokok pendapatan, insentif serta biaya pemasaran produk. Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.

Pada periode yang sama, GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) turun dalam menjadi minus Rp 1,6 triliun, membaik hingga 67% dari posisi tahun lalu dengan minus Rp 4,9 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan pedoman GOTO yang menargetkan adjusted EBITDA bisa break even atau positif pada kuartal IV-2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia