Lompat ke Urutan 8, Market Cap Saham GOTO Geser Dua Emiten Ini
JAKARTA, Investor.id – Lompatan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) per 31 Mei 2023 memicu rombakan susunan top 10 emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). GOTO melompat dari urutan ke-10 menjadi ke-8.
Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Rabu (31/5/2023), harga saham GOTO auto reject atas (ARA) dengan kenaikan sebanyak Rp 38 (34,86%) menjadi Rp 147. Sedangkan year to date (ytd) saham GOTO telah melesat sebanyak 61,5% terhitung sejak akhir tahun 2022 hingga 31 Mei 2023 dari level Rp 91 menjadi Rp 147. Kenaikan sepanjang Mei 2023 mencapai 41,3%.
Dengan posisi penutupan Rp 147, maka harga saham tersebut tercatat yang tertinggi bagi GOTO terhitung sejak 30 November 2022 atau dalam enam bulan terakhir. Saat itu, saham GOTO ditutup di level Rp 151 per saham.
Data BEI menyebutkan bahwa nilai kapitalisasi pasar saham GOTO melesat menjadi Rp 174 triliun atau menempati urutan ke delapan. Dengan demikian, GOTO berhasil menurunkan peringkat saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan kapitalisasi Rp 173 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan kapitalisasi Rp 167 triliun.
Sedangkan tiga peringkat teratas untuk kapitalisasi terbesar masih bertahan, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar Rp 1.104 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 836 triliun, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencapai Rp 500 triliun.
Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi memasukkan saham GOTO dalam indeks MSCI per 31 Mei 2023. MSCI merupakan perusahaan penyedia indeks saham dan obligasi yang populer di dunia investasi. Indeks yang diluncurkan MSCI banyak digunakan oleh para pengelola dana sebagai acuan (benchmark) untuk meracik produk investasi.
Sebagaimana diketahui, MSCI secara periodik melakukan review atas saham-saham apa saja yang layak dimasukkan menjadi konstituen dan mana yang harus tergeser atau yang lebih dikenal dengan sebutan rebalancing.
Masuknya saham GOTO dalam indeks MSCI disebut sebagai faktor utama pemicu lonjakan harga sahamnya. Dengan masukknya sebagai konstituen baru, investor yang menggunakan acuan indeks MSCI terpaksa melakukan rebalancing aset dengan memasukkan saham GOTO.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






