Jumat, 15 Mei 2026

BSI (BRIS) Mau Bagi-bagi, Ada Info Terkininya lho!

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Jun 2023 | 08:10 WIB
BAGIKAN
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Nasabah melakukan transaksi di ATM BSI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Rapat umum pemegang saham (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 10% dari laba bersih perseroan pada tahun 2022 atau sekitar Rp 426,02 miliar yang ekuivalen dengan Rp 9,24 per saham.

Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi sudah lewat pada 30 Mei 2023 lalu. Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi 31 Mei.

Dan informasi terkininya, yaitu tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen jatuh pada Senin, 5 Juni 2023. Sementara pembayaran dividen di 23 Juni.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari rhbtradesmart.co.id, tanggal pencatatan atau record date merujuk pada tanggal penetapan oleh perusahaan terkait pemegang saham yang berhak dan layak untuk menerima dividen saham dari perusahaan. Jadi, saat sudah dilakukan pencatatan, maka sudah bisa dipastikan siapa-siapa saja pemegang saham yang akan menerima dividen tersebut.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam konferensi pers, Senin (22/5/2023), mengungkapkan bahwa selain untuk pembagian dividen, penggunaan 20% laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022 disisihkan sebagai cadangan wajib perseroan. Sedangkan 70% sisanya akan dialokasikan sebagai laba ditahan.

Sepanjang tahun 2022 yang merupakan tahun kedua BSI beroperasi, perseroan mencatat kinerja yang solid dan impresif. Laba bersih BSI tercatat mencapai Rp 4,26 triliun atau tumbuh 40,68% secara year on year (yoy).

Dari sisi bisnis intermediasi, realisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 12% (yoy) menjadi Rp 261,49 triliun. Adapun realisasi penyaluran pembiayaan tumbuh 21% (yoy) menjadi Rp 208 triliun.

Perseroan juga mampu mengelola kualitas aset, yang terlihat dari penurunan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF). NPF gross BSI pada 2022 berada di level 2,42%, turun dari 2,93% pada tahun sebelumnya. NPF net juga susut menjadi 0,57%. Sedangkan pencadangan yang digambarkan melalui NPF coverage naik dari 148,87% menjadi 183,12%.

"Capaian yang impresif di tahun kedua kelahiran BSI merupakan hasil kerja yang solid dan strategi respon yang tepat (strategic response) di tengah berbagai tantangan ekonomi pada 2022," jelas Hery.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia