Jumat, 15 Mei 2026

Sentimen Positif Signifikan, Ini Kisi-Kisi Saham Cuan untuk Trading Sepekan

Penulis : Indah Handayani
5 Jun 2023 | 10:45 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Pekan lalu, IHSG terkoreksi sebesar 0,8%. Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan IHSG pekan ini akan dikeliling sentiment positif yang signifikan. Ini kisi-kisi saham cuan untuk trading sepekan.  

Tiga hari perdagangan pendek pada minggu lalu karena ada libur Hari Lahir Pancasila dan cuti bersama Hari Raya Waisak 2567 BE tak berhasil membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk ke zona hijau.

Pada minggu lalu IHSG terkoreksi sebesar 0,8% dengan penurunan terdalam disumbang sektor perindutrian melemah 3,1%, sektor barang baku turun 2,7% dan sektor properti & estate kehilangan 2,5%. Sementara itu, satu-satunya sektor terkuat yang menahan koreksi yakni sektor teknologi sebesar 11,2%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Mino menegaskan ada tiga sentimen negatif yang membuat IHSG masih di zona koreksi yakni masih belum disetujuinya debt ceiling oleh Kongres Amerika, berlanjutnya penuruanan harga komoditas dan pendeknya hari perdagangan.

ADVERTISEMENT

Mino menjelaskan, meski sudah disetujui oleh perwakilan kubu Partai Republik, namun debt ceiling masih menunggu persetujuan Kongres. belum disetujuinya debt ceiling oleh Kongres membuat investor masih cenderung hati-hati terhadap prospek ekonomi Amerika sehingga masih berdampak negatif terhadap pergerakan harga sebagian harga besar harga komoditas.

"Terkait waktu perdagangan yang cukup pendek yakni hanya tiga  hari membuat investor cenderung menahan diri untuk bertransaksi," tegasnya di Jakarta, Senin (5/6/2023).

Sementara itu, lanjut Mino, sentimen positif yang membuat IHSG tidak terjun bebas terimbas sentimen negatif, imbuh Mino, yakni rebalancing indeks MSCI dan berlanjutnya aksi beli investor asing jadi angin segar bagi market.

Menurut Mino, rebalancing indeks MSCI memberikan dampak signifikan pada perdagangan 31 Mei 2023. Bahkan, GOTO mencatatkan kenaikan cukup signifikan 38 poin (35%) sehingga membuat sektor teknologi dalam sepekan naik hingga 11,2%.

Selain itu, Mino menambahkan, pada minggu lalu asing kembali mencatatkan beli bersih sebesar Rp 1,40 triliun menjadikan pembelian bersih asing dari awal tahun mencapai Rp 15,97 triliun dan GOTO menjadi saham dengan pembelian bersih terbanyak selama sepekan yaitu sebesar Rp 3,1 triliun, disusul ICBP sebesar Rp 0,29 triliun, BBCA sebesar Rp0.13 triliun. 

Berbicara tentang peluang pada minggu ini, Mino menjelaskan sentimen positif kal signifikan pada pekan ini, baik dari domestik maupun eksternal. Dari domestik, ada data manufaktur, data inflasi dan data cadangan devisa, sementara itu dari eksternal cukup banyak sentimennya yakni disetujuinya debt ceiling oleh Kongres, positifnya data non-farm payroll, klaim pengangguran mingguan dan perkembangan harga komoditas.

Pada Mei 2023, indeks manufaktur tercatat mengalami penurunan menjadi 50,2 dari sebelumnya 52,7. Namun demikian, sektor manufaktur Indonesia masih dalam fase ekspansif untuk ke dua puluh satu kalinya secara berturut-turut. Terkait data inflasi, jelasnya, investor masih akan menunggu data inflasi Mei yang menurut konsensus akan kembali turun menjadi 4,22% yoy atau 0,33% mom dari sebelumnya 4,33% yoy atau 0,3% mom.

“Sementara itu, inflasi inti juga diperkirakan akan kembali turun menjadi 2,80% yoy dari sebelumnya 2,83% yoy,” jelas Mino.

Dari sentimen eksternal, lanjut Mino, Presiden Joe Biden menandatangani debt ceiling menjadi undang-udang pada Sabtu waktu setempat, ini menjasi sentimen positif untuk market. Terkait positifnya data non-farm payroll pada Mei lalu yang bertambah sebanyak 339 ribu naik dari sebelumnya 294 ribu, data non-farm payroll tersebut juga jauh lebih tinggi dari konsensus sebanyak 190 ribu.

Sementara itu tingkat pengangguran naik menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,4%. Data ketenagakerjaan yang solid tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor terhadap peluang resesi ekonomi.

Sementara itu, Mino menyebut, klaim pengangguran mingguan untuk periode 3 Juni 2023 menurut konsensus diprediksi sebanyak 238 ribu atau sedikit lebih tinggi dari minggu sebelumnya 232 ribu. Terakhir, pada minggu ini ada harapan besar harga komoditas akan rebound.

Berkaca pada data-data dan sentimen eksternal yang cukup signifikan tersebut Indo Premier merekomendasikan kisi-kisi saham cuan untuk trading #CariBebasmu Sepekan ini hingga 9 Juni 2023, yakni

  • TBIG (Support: 2.080, Resistance: 2.190)
  • ISAT (Support: 7.850, Resistance: 8.675)
  • EXCL (Support: 1.925, Resistance: 2.040)
  • ICBP (Support: 11.175, Resistance: 12.225)
  • UNVR (Support: 4.380, Resistance: 4.690)
  • BBNI (Support:  8.900, Resistance:  9.200)
  • PGAS (Support: 1.345, Resistance: 1.500)
  • BIRD (Support: 1.345, Resistance: 1.840)
  • SILO (Support: 1.530, Resistance: 1.750).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia