Jumat, 15 Mei 2026

2023, Segar Kumala (BUAH) Bidik Kenaikan Laba Bersih 26%

Penulis : Zsazya Senorita
6 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH). (Foto ilustrasi: Perseroan)
PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH). (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) atau SKI membidik kenaikan laba bersih hampir 26% menjadi Rp 33,5 miliar sampai Desember 2023, dari laba bersih 2022 senilai Rp 26,61 miliar. Tidak hanya itu, emiten pemasok buah impor tersebut juga menargetkan penjualan tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun atau naik 30% (yoy) dari Rp 1,38 triliun pada 2022.

Manajemen optimistis mampu mengerek laba bersih perusahaan, meski hingga kuartal I-2023, keuntungan mereka tergerus harga pokok penjualan (cost of goods sold/COGS). Tahun lalu, laba bersih Segar Kumala turun 29,46% (yoy) dari Rp 37,73 miliar. Sedangkan pada kuartal pertama lalu, laba neto perusahaan turun 17,56% jadi Rp 9,22 miliar.

“Kami optimistis pada akhir 2023, penjualan buah-buahan dan produk daging beku kami akan meningkat sehingga kami akan mencapai target penjualan sebesar Rp 1,8 triliun,” ujar Direktur Segar Kumala Indonesia (BUAH) Vianita Januarini di Jakarta, Senin (5/6/2023).

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Segar Kumala Indonesia (BUAH) Renny Lauren menjelaskan, perseroan mencatat kenaikan harga pokok penjualan akibat isu resesi. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan laba.

Dia menambahkan, perseroan telah berusaha mengimbangi daya beli masyarakat dan kenaikan harga pokok penjualan. Di sisi lain, Segar Kumala juga masih memberikan dukungan kepada cabang-cabang yang baru dibuka tahun lalu, agar bisa lebih maksimal meningkatkan pendapatan.

Namun Renny optimistis, tahun ini perseroan bisa menaikkan laba bersih. “Untuk laba bersihnya, seiring support kami di cabang, yaitu dengan penetrasi pasar, kami perlu penyesuaian harga demi daya saing terhadap market. Maka seiring waktu setelah kami dapat penetrasi pasar tersebut, maka laba juga seiring akan naik,” tegasnya.

Optimisme tersebut turut didukung capaian penjualan perseroan, yang hingga April dan Mei 2023 sudah membukukan Rp 800 miliar. Sehingga mereka optimistis bisa mencapai proyeksi kenaikan 30% secara tahunan.

Sementara itu, tahun ini Segar Kumala telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 16 miliar. Anggaran ini, rencananya akan digunakan untuk pembangunan cold storage dan menambah kendaraan serta inventaris kantor. Perusahaan menargetkan, peningkatan kapasitas cold storage jadi 7 ribu ton pada 2023.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia