Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Terbang 293%, Perusahaan Pelayaran Ini Mantap IPO, Harganya Rp 146

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Jun 2023 | 10:05 WIB
BAGIKAN
PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS). Ilustras/Perseroan
PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS). Ilustras/Perseroan

JAKARTA, investor.id - Perusahaan angkutan laut, PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 540 juta saham atau 24,94% di harga Rp 146 per saham.

Masa penawaran umumnya berlangsung pada 6-8 Juni 2023 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juni. Perseroan bakal meraih dana Rp 78,84 miliar dari aksi yang dikawal Panin Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Pelayaran Kurnia Lautan Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran angkutan laut dengan armada kapal tongkang. Saat ini perseroan mengoperasikan 4 set armada tug boat dan tongkang.

ADVERTISEMENT

Perseroan melayani pengangkutan barang komoditas seperti pasir kuarsa, nikel, dan sebagainya. Perseroan melalui perusahaan anak juga memiliki kegiatan usaha penggalian kuarsa, penjualan kaca lembaran, penyewaan alat berat, dan penyewaan dump truk untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan.

Dana dari IPO rencananya akan digunakan sekitar 70,74% untuk pembelian 4 set kapal (tugboat) dan tongkang (barge); 14,65% akan digunakan oleh perseroan untuk penyetoran modal kepada anak usaha, yaitu PT Karya Cipta Lahanindo (KCL); sekitar 14,61% untuk modal kerja.

KCL merupakan perusahaan anak langsung perseroan yang bergerak di bidang penggalian kuarsa/pasir kuarsa, di mana perseroan telah melakukan penyertaan sejak tahun 2018.

Pemegang saham KLAS sebelum IPO terdiri dari Kurnyatjan Sakti Efendie sebanyak 99,87% dan Nickolas Tjan Sakti Efendie 0,13%.

Hingga 30 November 2022, perseroan mencatatkan pendapatan usaha Rp 179,42 miliar, naik 25,39% dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan raihan Rp 143,09 miliar. Biaya usaha naik dari Rp 104,97 miliar ke Rp 114,41 miliar. Adapun laba bruto Rp 65 miliar dari sebelumnya Rp 38,12 miliar.

Sementara laba tahun berjalan setelah pajak Rp 28,90 miliar, melambung 293,39% dari Rp 7,34 miliar per 31 November 2021.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia