Jumat, 15 Mei 2026

Emas Terangkat 4,70 Dolar, Dipicu Ekonomi yang Melambat

Penulis : Grace El Dora
6 Jun 2023 | 13:27 WIB
BAGIKAN
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)
Emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto ilustrasi: Antara/Reuters/Heinz-Peter Bader/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian akhir pekan lalu. Pergerakan ini dipicu oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi dan ketidakpastian apakah Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga stabil bulan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 4,70 dolar AS atau 0,24% menjadi ditutup pada 1.974,30 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.979,40 dolar AS dan terendah di 1.953,80 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 25,90 dolar AS atau 1,30% menjadi 1.969,60 dolar AS pada Jumat (2/6), setelah melonjak 13,40 dolar AS atau 0,68% menjadi 1.995,50 dolar AS pada Kamis (1/6), dan terkerek 5,0 dolar AS atau 0,25% menjadi 1.982,10 dolar AS pada Rabu (31/5).

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran atas melemahnya pertumbuhan ekonomi telah memberikan dukungan terhadap emas. Serangkaian pembacaan ekonomi yang lemah dari AS, zona euro, dan Tiongkok telah mendorong permintaan safe haven pada emas.

Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (5/6) melaporkan indeks manajer pembelian (PMI) jasa turun menjadi 50,3 pada Mei dari 51,9 pada April, memberikan dukungan untuk emas.

Federal Reserve akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbaru Rabu (14/6) depan. Pasar memperkirakan bank sentral akan menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga baru-baru ini pada pertemuan bulan ini.

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P akhir yang disesuaikan secara musiman tercatat 54,9 pada Mei, naik dari 53,6 pada April dan secara umum sejalan dengan perkiraan ‘flash’ yang dirilis sebelumnya sebesar 55,1.

Departemen Perdagangan AS di hari yang sama melaporkan pesanan AS untuk barang-barang manufaktur naik 0,4% pada April 2023. Para ekonom mengharapkan kenaikan 0,6%.

Emas diperkirakan masih akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan safe haven tahun ini, terutama karena kondisi ekonomi global yang memburuk di tengah tekanan suku bunga yang tinggi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 11,20 sen atau 0,47% menjadi ditutup pada 23,635 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 32,90 dolar AS atau 3,28% menjadi menetap pada 1.036,40 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 19 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia