Pemerintah Siapkan Skenario Sehatkan BUMN Karya, Saham WIKA, PTPP, dan ADHI Kompak Terbang
JAKARTA, investor.id – Harga saham BUMN Karya ditutup melesat sepanjang hari ini dipimpin saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/6/2023).
Berdasarkan data BEI, saham WIKA memimpin penguatan saham BUMN Karya dengan kenaikan Rp 66 (16,75%) menjadi Rp 460. Saham ini bergerak di zona hijau dalam rentang Rp 400-484 sepanjang hari ini.
Penguatan serupa juga melanda saham PT PP Tbk (PTPP) dengan kenaikan Rp 55 (10,58%) menjadi Rp 575. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 520-605. Sedangkan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ditutup melesat Rp 32 (9,20%) menjadi Rp 380. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 348-400.
Penguatan juga melanda sejumlah anak usaha BUMN Karya, yaitu PT PP Presisi Tbk (PPRE) naik Rp 11 (11,34%) menjadi Rp 108, PT Wika Bangun Gedung Tbk (WEGE) naik Rp 7 (8,24%) menjadi Rp 92, saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) naik Rp 9 (6,34%) menjadi Rp 151, dan PT Adhi Commuter Porperti Tbk (ADCP) ditutup menguat Rp 3 (5,17%) menjadi Rp 61.
Sementara itu, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) ditutup stagnan di level Rp 50 dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencapai level Rp 50. Sedangkan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih disuspensi BEI.
Penguatan mayoritas saham sektor BUMN Karya terjadi setelah kementerian BUMN mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2024 senilai total Rp 57,9 triliun. PMN tersebut akan disuntikkan kepada 10 BUMN, termasuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Hutama Karya (HK) Rp 10 triliun.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, pemerintah juga akan melanjutkan restrukturisasi WIKA dan Waskita (WSKT) akibat kedua perusahaan tengah menghadapi fase standstill dan melakukan renegosiasi kepada kreditur dan pemegang obligasi.
“Kami mengajukan PMN ini untuk menyelesaikan beberapa ruas tol Waskita melalui HK. Jadi, ada ada ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) yang kami rencanakan saat ini untuk disuntik PMN melalui HK. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan, apabila kebutuhan restrukturisasi meningkat,” beber Tiko.
Karena itu, Kementerian BUMN sedang menghitung ulang dan berdiskusi dengan Kementerian Keuangan terkait besaran kapasitas yang akan didorong untuk menyehatkan Waskita. Ke depan, kata dia, setelah restrukturisasi, Waskita akan didorong untuk menjadi bagian dari Grup HK. Sedangkan WIKA, Kementerian BUMN sejauh ini masih menghitung besaran kebutuhannya, karena WIKA juga menghadapi standstill layaknya Waskita.
“Tapi sebagai PMN tambahan 2023 yang akan cair pada awal 2024, kebutuhan WIKA sebesar Rp 8 triliun untuk memperkuat modal perseroan yang memang saat ini sedang mengalami restrukturisasi keuangan,” ujar Tiko.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






