Kamis, 14 Mei 2026

Diduga Manipulasi Laporan Keuangan, WIKA Bereaksi

Penulis : Muawwan Daelami
6 Jun 2023 | 17:43 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)
Salah satu proyek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Dugaan manipulasi laporan keuangan menyeret salah satu emiten BUMN konstruksi atau BUMN Karya, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Arus kas WIKA disebut negatif bertahun-tahun. Padahal, perseroan untung bertahun-tahun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, tata kelola keuangan beberapa BUMN Karya menjadi isu, salah satunya laporan keuangan WIKA. Menurutnya, laporan keuangan perseroan tidak mencerminkan kondisi aslinya.

“Artinya, dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun. Padahal, cash flow-nya tidak sesuai dengan kondisi riil,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini, di Jakarta, yang dikutip pada Selasa (6/6/2023).

ADVERTISEMENT

Selain WIKA, dugaan manipulasi laporan keuangan juga menyeret PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Bahkan Tiko menegaskan, pihaknya tengah melakukan investigasi terhadap laporan keuangan Waskita. “Jadi, WIKA belum (diinvestigasi). Waskita yang kita lagi investigasi,” imbuh Tiko.

Merespons isu soal dugaan manipulasi laporan keuangan tersebut, Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya menuturkan, perseroan menyerahkan kewenangan tersebut sepenuhnya kepada Kementerian BUMN selaku pemegang saham seri A perseroan.

Namun, Mahendra menegaskan bahwa perseroan selalu mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku dalam hal penyusunan laporan keuangan.

“Selain itu, kami berupaya penuh untuk menyesuaikan dengan kaidah-kaidah akuntansi yang berlaku di Indonesia dan setiap laporan keuangan perseroan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sebagai Auditor Independen,” tutup Mahendra.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia