Jumat, 15 Mei 2026

Saham Publik Dikuasai Asing, Ini Tanggapan Vale Indonesia

Penulis : Harso Kurniawan
6 Jun 2023 | 23:18 WIB
BAGIKAN
Kegiatan pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Perseroan)
Kegiatan pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Manajemen PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi yang menyebut sebanyak 21% saham publik perusahaan itu dikuasai asing.

Direktur Keuangan Vale Indonesia Bernardus Irmanto, menyatakan pembelian saham perseroan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, manajemen tidak mempunyai kendali atas transaksi yang terjadi di bursa yang merepresentasikan 21% saham publik perseroan.

"Siapapun, selama memenuhi aturan yang berlaku, bisa bertransaksi baik menjual atau membeli saham di bursa efek. Itu ditentukan mekanisme pasar," kata Bernardus, Selasa (6/6/2023).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), publik menguasai 21% saham Vale Indonesia dengan kepemilikan di bawah 5%. Dari jumlah itu, sbeesar 39% dipegang investor lokal, sedangkan 61% asing.

ADVERTISEMENT

Citibank Singapore S/A Government of Singapore memegang 1,68% saham INCO, lalu DJS Ketenagakerjaan Program JHT memang 1,6%, JPMSE AMS RE AIG Re-stichting Depositary Emerging Markets Equity Pool 1%, Vale Japan Limited 0,5%, dan beberapa institusi lainnya.

Sementara itu, Vale Canada Limited memegang 43,7% saham Vale Indonesia, MIND ID 20%, dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd 15%.

Sebelumnya, Komisi VII DPR mendorong pemerintah segera melakukan divestasi 51% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.

Dalam rapat kerja dengan Kementerian ESDM, Senin (5/6/2022), sejumlah anggota DPR menyatakan pentingnya divestasi saham Vale Indonesia sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP Yulian Gunhar mengatakan, terlaksananya divestasi 51% saham Vale Indonesia akan menjadi catatan sejarah di era Jokowi. Kesuksesan serupa pernah ditorehkan melalui divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

“Besar harapan kami DPR, Kementerian ESDM, dan kepemimpinan Jokowi, kembali membuat prestasi bukan hanya pada Freeport, tetapi juga Vale Indonesia. Ini akan menjadi catatan sejarah, 51% saham Vale dilepas dalam kepemimpinan Jokowi,” kata Gunhar, Senin (5/6/2023).

Seperti diketahui divestasi yang akan dilakukan Vale Indonesia untuk memenuhi persyaratan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) adalah 11%. Dengan begitu, nantinya pemerintah Indonesia melalui MIND ID memiliki 31% saham, publik 20,7%, dan sisanya masih dimiliki oleh Vale Canada dan Sumitomo Metal Mining.

Namun, dia menegaskan, divestasi 11% saham Vale Indonesia dirasa tidak cukup untuk membuat Indonesia menjadi mayoritas. Pasalnya, 20% saham yang beredar merupakan kepemilikan publik.

“Jadi kalau negara mau kuasai, mau melanjutkan legacy Presiden Jokowi seperti Blok Rokan, saya berharap sebelum Presiden mengakhiri masa jabatannya bisa ditambahkan satu lagi, yakni Vale Indonesia dikuasai negara,” tambah Gunhar.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia