Harga CPO Terkoreksi
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkoreksi pada perdagangan Selasa (6/6/2023).
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (6/6/2023), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2023 turun 60 Ringgit Malaysia menjadi 3.356 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 terkoreksi 160 Ringgit Malaysia menjadi 3.346 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO pengiriman Agustus 2023 jatuh 65 Ringgit Malaysia menjadi 3.316 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 melemah 64 Ringgit Malaysia menjadi 3.315 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO Oktober berkurang 67 Ringgit Malaysia menjadi 3.317 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO pengiriman November 2023 menurun 62 Ringgit Malaysia menjadi 3.326 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX menjelaskan, sepanjang pekan ini harga CPO bergantung pada data ekspor periode awal CPO Malaysia untuk melihat arah permintaan pasar. Serta, data outlook CPO dari dewan sawit Malaysia pada 10 Juni.
“Tidak hanya itu, Fokus pasar saat ini masih pada perkembangan pertemuan antara Pejabat tinggi Indonesia dan Malaysia ke Brussel mengenai keprihatinan atas peraturan Deforestasi UE (EUDR), yang mereka yakini dapat merugikan usaha pertanian kecil,” ungkap Research & Development ICDX kepada Investor Daily, belum lama ini.
Research & Development ICDX menjelaskan, kedua negara tersebut adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia dan menyumbang sekitar 85% dari ekspor minyak sawit global. Uni Eropa adalah pasar terbesar ketiga mereka. Selain itu, Fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca panas dan kering di seluruh Asia membuat kekhawatiran gangguan produksi pada Indonesia dan Malaysia sebagai produsen utama CPO.
“Harga CPO jika menemui sentimen negatif maka support berada di zona 3.241 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui sentimen positif maka resistance berada di zona 3.616 Ringgit Malaysia per ton,” jelas Research & Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






