Jumat, 15 Mei 2026

Usai IPO, Merdeka Battery (MBMA) Langsung Tancap Gas Tuntaskan Akuisisi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Jun 2023 | 06:55 WIB
BAGIKAN
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto ilustrasi: Perseroan)
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto ilustrasi: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan bahwa perseroan telah merampungkan akuisisi kepemilikan 60% saham di PT Huaneng Metal Industry (HNMI), yang memiliki fasilitas konversi high-grade nickel matte (HGNM) berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Manajemen MBMA menjelaskan, HNMI didirikan dan dibangun oleh Eternal Tsingshan Group Limited (Tsingshan) dan telah beroperasi dengan tingkat produksi yang stabil sejak tahun 2022. HNMI memproses low-grade nickel matte (LGNM) yang diproduksi oleh smelter RKEF, dengan mengurangi kandungan besi, untuk menghasilkan HGNM yang mengandung lebih dari 70% nikel.

“Berdasarkan pencapaian sebelumnya, HNMI telah mempertahankan tingkat produksi tahunan sebesar 50.000 ton nikel dalam nikel matte,” ungkap manajemen MBMA dalam keterangan resmi dikutip Rabu (7/6/2023).

ADVERTISEMENT

Belakangan, lanjut mereka, para produsen HGNM di IMIP telah mencapai margin tambahan di atas nickel pig iron, dengan tingkat payability yang lebih tinggi pada basis nikel per ton.

Saat ini, papar manajemen, MBMA memiliki 60% saham di HNMI, dengan anak perusahaan Tsingshan memiliki 40% sisanya. Akuisisi ini memungkinkan MBMA untuk menghasilkan arus kas tambahan secara langsung dan menangkap laba margin tambahan dari produksi dan penjualan nikel matte yang merupakan bahan baku utama untuk prekursor baterai dan nikel kelas 1.

“Sebagai bagian dari strategi MBMA untuk menciptakan nilai bagi pemegang sahamnya, perseroan terus mengevaluasi proyek ekspansi hilir untuk menghasilkan bahan baku baterai kelas 1, suatu produk bernilai tambah, yang berperan signifikan dalam mendorong pesatnya pertumbuhan ekosistem rantai nilai kendaraan bermotor listrik dan merupakan suatu upaya penting menuju transisi energi,” pungkas manajemen MBMA.

Merdeka Battery Materials baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MBMA pada 18 April 2023. Perseroan sebelumnya menggelar initial public offering (IPO) dengan harga Rp 795 per saham. Total saham yang dilepas sebanyak 11.549.999.900 saham sehingga MBMA meraup dana Rp 9,2 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia