Kamis, 14 Mei 2026

Ini Permintaan BEI kepada Waskita-Wika terkait Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan

Penulis : Muawwan Daelami
7 Jun 2023 | 20:35 WIB
BAGIKAN
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk memberikan penjelasan terkait dugaan manipulasi laporan keuangan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, BEI sudah memproses dan melakukan hiring untuk meminta penjelasan dari Waskita dan Wika. Namun, dia belum bisa mengumumkan substansinya sekarang lantaran ada beberapa hal yang statusnya masih dalam proses.

"Once, itu sudah kita sampaikan dalam bentuk penjelasan tertulis. Nanti kita pastikan akan diumumkan dalam bentuk keterbukaan informasi. Jadi, terkait apa yang kita lakukan dan emphasizing substansinya apa yang menjadi pertanyaan kami di bursa, nanti akan ada di tanggapan mereka," ucap Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/6/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan, sampai saat ini prosesnya masih terus berjalan. BEI sudah memperoleh informasi melalui pertemuan langsung dengan jajaran direksi. BEI juga sudah mengirimkan inquiry kepada kedua perusahaan pelat merah tersebut.

"Jadi, untuk saat ini, biarkan mereka mendapatkan kesempatan untuk mengklarifikasi hal ini. Kemudian, tentu bukan perusahaan saja, tapi juga pihak-pihak terkait. Lebih baik tunggu jangan mengandai-andai dulu," tambah Yetna.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyoroti laporan keuangan Waskita dan Wika akibat adanya dugaan ketidaksesuaian antara pelaporan dan kondisi riil.

“Artinya, dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun. Padahal, arus kas tidak pernah positif. Ini memang ada isu di dalam pelaporan keuangan Waskita serta Wika dan kita sedang investigasi Waskita,” ucap pria yang akrab disapa Tiko ini.

Karena itu, perihal dugaan manipulasi laporan keuangan ini, Tiko menegaskan bahwa Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan memperbaiki Good Corporate Governance (GCG) dan menerbitkan restatement seperti halnya yang pernah dilakukan di Perumnas.

Tiko menambahkan, Kementerian BUMN juga tak segan menempuh jalur hukum bila ditemukan unsur pidananya (fraud) di dalam laporan keuangan yang dirilis Waskita dan Wika.

"Bahkan, akan melakukan penuntutan kepada manajemen Waskita yang lama. Saat ini, Wika belum (diinvestigasi). Tapi, Waskita kita lagi investigasi,” tandas Tiko.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia