Jelang Hajatan Akbar, Begini Prospek Saham PTBA
Prospek Saham
Lalu, sejauh mana saham PTBA bisa bergerak menjelang RUPS dan melihat kondisi pasar batu bara saat ini? Ciptadana Sekuritas dalam laporan riset baru-baru ini menyebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan PTBA mengungguli emiten batu hitam lainnya, seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) hingga PT Kideco Jaya Agung (Kideco) yang merupakan bagian dari PT Indika Energy Tbk (INDY). Pada kuartal I-2023, ITMG mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% dan Kideco naik 17%.
Sedangkan ke depan, kinerja bisnis PTBA akan ditopang oleh kinerja operasionalnya yang akan terus membaik. Pada kuartal I-2023, nisbah kupas atau dikenal dengan Stripping Ratio (SR) konsolidasian PTBA berada berada di 7,1x. Namun dalam beberapa kuartal ke depan SR PTBA diekspektasikan menurun.
“Kami perkirakan stripping ratio kembali normal pada kuartal selanjutnya sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh perseroan sebesar 6,3x, setelah aktivitas pra-pengupasan di tambang Air Laya menjadi normal di kuartal berikutnya” tulis Ciptadana Sekuritas dalam risetnya.
Stripping ratio merupakan salah satu indikator operasional perusahaan yang mengindikasikan rasio jumlah material yang harus dikupas (overburden removal) untuk mendapatkan bijih atau material yang diinginkan.
Stripping ratio juga menunjukkan beban operasional dalam industry pertambangan. Semakin tinggi rasionya, maka bebannya pun akan semakin besar dan dapat menggerus laba. Untuk kasus PTBA, penurunan stripping ratio akan menjadi katalis positif untuk profitabilitas perseroan.
Selain kemampuan perseroan dalam mencapai target operasionalnya, seperti pencapaian volume penjualan serta upaya untuk menekan beban dengan penurunan stripping ratio, PTBA didukung likuiditas kuat.
Perseroan mencatatkan posisi kas dan setara kas perseroan pada kuartal I-2023 yang mencapai Rp 15,5 triliun atau setara dengan 46,4% dari total aset. Secara historis kondisi likuiditas yang tercermin dari kas dan setara kas PTBA juga terus mengalami perbaikan.
Porsi kas dan setara kas terhadap total aset meningkat pesat. Untuk diketahui porsi kas dan setara kas PTBA terhadap total aset pada akhir 2022 mencapai 45,4% atau meningkat dari 36,1% pada akhir 2021 dan nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2020.
Dapat dibayangkan hampir 50% aset PTBA merupakan aset yang likuid. Dengan kekuatan likuiditas yang besar, maka hal tersebut dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham termasuk MIND ID melalui pembagian dividen.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






